SAMPIT, BNN – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menyatakan siap membantu perbaikan rumah warga bernama Zainal, yang roboh akibat angin kencang di Jalan Madiun Ngawi, Kelurahan Sawahan, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang pada Rabu sore (4/2/26).
Demikian disampaikan Wakil Bupati Kotim, Irawati, saat dirinya bersama Kepala Dinas Sosial Kotim, Hawianan, dan sejumlah anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim, meninjau kondisi korban di lokasi kejadian, Kamis (5/2/26).
“Untuk bantuan, saya sudah melaporkan ke Bupati, dan Pemkab Kotim bisa melakukan bedah rumah,” kata Irawati.
Namun demikian, pelaksanaan bantuan bedah rumah harus tetap mengacu pada aturan yang berlaku, khususnya terkait administrasi kependudukan dan status kepemilikan lahan.
“Sesuai aturan, administrasi kependudukan penerima bantuan harus masuk wilayah Kotim, termasuk sertifikat atau Surat Keterangan Tanah yang merupakan milik pribadi,” ujarnya.
Irawati mengungkapkan, saat ini korban masih menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) luar daerah. Selain itu, surat tanah tempat rumah berdiri masih tercatat atas nama orang lain, meskipun tanah tersebut telah dibeli korban dari pemilik sebelumnya.
“KTP korban masih luar daerah, begitu juga sertifikat tanahnya masih atas nama orang lain, walaupun sudah dibeli,” jelasnya.
Irawati menyarankan korban untuk segera mengurus perubahan administrasi kependudukan, agar tercatat sebagai warga Kotim. Mengingat korban telah lama menetap di daerah ini sejak 2017 lalu.
Terkait mekanisme bedah rumah, program tersebut akan melibatkan sejumlah perangkat daerah, di antaranya Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP), Dinas Sosial, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
“Program bedah rumah ini dilakukan oleh beberapa dinas terkait. Proposalnya atas nama Bupati dan masuk ke dinas-dinas tersebut,” ujarnya.
Meski demikian, Irawati menegaskan, seluruh proses tetap harus menyesuaikan dengan regulasi yang ada. Jika memang tidak bisa dikukan, maka pihaknya tidak akan menabrak aturan.
Pemkab Kotim juga menawarkan bantuan di bidang pendidikan bagi keluarga korban. Yaitu dengan memasukan anak korban ke Sekolah Rakyat, mengingat kondisi ekonomi keluarga yang tergolong kurang mampu.
Dalam kunjungan tersebut, Irawati turut menyerahkan bantuan berupa sembako dan sejumlah uang tunai, untuk meringankan beban keluarga korban. Sejumlah petugas BPBD dan dinas sosial, juga membantu mengeluarkan sebuah sepeda motor Korban yang tertimpa bangunan.
“Hari ini kami mengantarkan bantuan sembako dan sejumlah uang tunai untuk membantu meringankan beban mereka. Kita juga membantu mengeluarkan motor korban dari reruntuhan bangunan” pungkas Irawati. (*/red2)


