Kapuas

Respons Cepat Kebakaran Sekolah, Pemkab Kapuas Salurkan Bantuan

Avatar
12
×

Respons Cepat Kebakaran Sekolah, Pemkab Kapuas Salurkan Bantuan

Sebarkan artikel ini

KUALA KAPUAS, BNN – Pemerintah Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah bergerak cepat merespons musibah kebakaran yang melanda 1 unit sekolah dasar negeri (SDN) 1 Lamunti, Kecamatan Mantangai.

Wabup Kapuas, Dodo, bersama Kepala Dinas Pendidikan Kapuas, Suwarno Muriyat, turun langsung ke lokasi untuk memastikan penanganan berjalan serta kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung, Kamis (2/4/26).

Peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 16.00 WIB dan menghanguskan satu lokal bangunan yang berisi tiga ruang kelas pada SDN 1 Lamunti tersebut.

Dugaan sementara, api dipicu oleh hubungan pendek arus listrik. Beruntung, api berhasil dipadamkan dengan cepat berkat kesigapan warga setempat, sehingga tidak merembet ke bangunan lain.

Meski terdampak, aktivitas belajar mengajar tidak terhenti. Sekolah masih memiliki lima ruang kelas yang dapat digunakan sementara.

Sebanyak 96 siswa yang terdampak tetap bisa mengikuti pelajaran seperti biasa, terutama siswa kelas VI yang akan segera menghadapi ujian.

“Penanganan darurat menjadi prioritas agar siswa tetap belajar dengan nyaman, terutama siswa yang sebentar lagi menghadapi ujian,” ujar Suwarno.

Dinas Pendidikan Kapuas langsung mengambil langkah cepat dengan menyalurkan bantuan awal berupa bantuan uang tunai untuk penanganan sementara.

Tak hanya itu, bantuan lain juga telah disiapkan dan dijadwalkan disalurkan pada akhir bulan ini, meliputi: 60 set meja dan kursi siswa, 3 meja dan kursi guru, 3 lemari, 3 papan tulis, dan 1 unit laptop.

Wakil Bupati Dodo menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen penuh menjaga kelangsungan pendidikan meski di tengah musibah yang menimpa.

“Pemerintah hadir untuk memastikan anak-anak tetap mendapatkan hak pendidikan mereka. Jangan sampai kegiatan belajar terhenti hanya karena keterbatasan fasilitas,” tegasnya.

Wabup juga memberikan semangat kepada para siswa dan guru agar tetap optimis dalam menghadapi musibah kebakaran yang baru saja dilewati.

“Musibah ini jangan sampai mematahkan semangat belajar. Justru ini harus menjadi motivasi bagi para siswa terutama, untuk bangkit dan terus berprestasi,” tambahnya.

Pasca kebakaran, SDN 1 Lamunti dipastikan masuk dalam Program Revitalisasi Pendidikan Tahun 2026 untuk perbaikan fasilitas sekolah secara menyeluruh.

Peristiwa ini menjadi bukti sinergi antara pemerintah dan masyarakat mampu meminimalkan dampak bencana, sekaligus memastikan pendidikan tetap berjalan tanpa hambatan berarti. (*/Red 2)