TANJUNG SELOR, BNN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) sedang menggodok rencana besar pembangunan jaringan kereta api pertama di Pulau Kalimantan.
Gubernur Kaltara Zainal Paliwang mengatakan, pihaknya sudah berkomunikasi serius dengan investor tingkat nasional untuk merealisasikan rencana tersebut.
Ia menambahkan, rute awal yang akan dibangun menghubungkan Kabupaten Malinau, Tana Tidung, hingga Tanjung Selor di Kabupaten Bulungan.
“Insyaallah investor untuk proyek pembangunan jaringan kereta api akan masuk di Kaltara,” ujar Zainal di Tanjung Selor, Jumat (8/5/26).
Gubernur berharap jalur kereta api ini tidak berhenti di Kaltara saja, melainkan bisa tersambung hingga ke Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur.
Bahkan, tidak menutup kemungkinan, jaringan kereta tersebut bisa melintasi wilayah lain di Pulau Kalimantan hingga ke Brunei Darussalam dan Malaysia.
Pemprov Kaltara, lanjut Zainal, optimistis proyek ini dapat segera direalisasikan karena investor dinilai sangat serius. Untuk tahap awal di Kaltara, nilai investasi yang disiapkan mencapai Rp 25 triliun.
“Kita optimis dapat merealisasikannya, karena investor ini benar-benar serius. Pemerintah daerah menargetkan penandatanganan MoU dengan investor dapat dilakukan tahun ini,” tandasnya.
Zainal menambahkan, pemerintah pusat memberikan dukungan besar terhadap rencana pembangunan jaringan kereta api di luar Pulau Jawa. Salah satunya adalah Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono.
“Pak AHY menyampaikan semua pulau diupayakan memiliki kereta api. Jawa sudah selesai, Sumatera sudah sebagian, Sulawesi juga sudah ada. Kalimantan ini yang belum, dan sekarang mulai dipersiapkan,” tukasnya.
Sebelumnya, Ketua DPRD Provinsi Kaltara, Achmad Djufrie, sudah menyatakan dukungan atas rencana pembangunan jalur kereta api lintas wilayah pertama di Kalimantan.
Menurutnya, proyek tersebut sangat strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperkuat konektivitas antar wilayah.
“DPRD Kaltara berkomitmen mendukung upaya pemerintah daerah dalam mendorong investasi strategis, terutama di sektor infrastruktur,” ujarnya, dilansir dari TribunKaltara, Minggu (26/4/26).
Achmad Djufrie menekankan pentingnya sinergi antara pemprov, DPRD, dan investor untuk mempercepat realisasi proyek.
Ia menambahkan bahwa dukungan regulasi melalui Perda sudah dipenuhi, sementara proses pemenuhan persyaratan lainnya akan dilakukan secara bertahap menyusul penandatanganan MoU.
“Kolaborasi yang kuat akan mempercepat realisasi pembangunan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” pungkasnya. (*/Red 2)
