KUALA KURUN, BNN – Sebuah rumah milik warga di Desa Petak Bahandang, Kecamatan Kurun, Kabupaten Gunung Mas (Gumas) ludes dilalap api, saat menggunakan generator set (genset) sebagai sumber listrik cadangan saat listrik PLN padam, Rabu (5/8/26) petang.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 18.00 WIB di rumah milik Tarung, warga RT 04/RW 02 Desa Petak Bahandang. Berkat kerja sama lintas instansi dan warga, kobaran api berhasil dipadamkan sekitar pukul 19.30 WIB, setelah 2 unit mobil pemadam diterjunkan ke lokasi.
Berdasarkan informasi awal, peristiwa bermula ketika aliran listrik PLN mengalami pemadaman. Untuk memenuhi kebutuhan listrik di rumah, pemilik kemudian menyalakan genset sebagai sumber listrik cadangan.
Namun, saat genset beroperasi, putaran mesin diduga tidak stabil sehingga menyebabkan arus listrik menjadi tidak normal. Kondisi itu diduga memicu munculnya percikan api dari terminal di salah satu kamar tidur.
Percikan api tersebut kemudian menyambar kasur dan dengan cepat membesar. Dalam waktu singkat, kobaran api menjalar ke plafon hingga menghanguskan sebagian besar bangunan rumah.
Mendapat laporan, personel Polres Gunung Mas bersama Polsek Kurun langsung mendatangi lokasi dan bergabung dengan anggota TNI, petugas pemadam, serta warga melakukan upaya pemadaman.
Berkat koordinasi dan kerja sama yang solid, api akhirnya berhasil dikendalikan sebelum menjalar ke rumah-rumah di sekitarnya. Akibat peristiwa ini, korban diperkirakan merugi sekitar Rp200 juta.
Kapolres Gunung Mas AKBP Arum Sari Pupita Dewi, melalui Pamapta I Polres Gunung Mas, Ipda D.N. Siregar mengatakan kehadiran personel kepolisian di lokasi merupakan bentuk respons cepat dalam membantu masyarakat menghadapi situasi darurat.
“Personel kami bersama Polsek Kurun, TNI, petugas pemadam kebakaran dan masyarakat bahu-membahu membantu proses pemadaman. Dalam situasi seperti ini, kecepatan koordinasi dan kerja sama sangat diperlukan agar penanganan berjalan dengan baik,” ujarnya, Kamis (6/8/26).
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran mengakibatkan kerugian materiil yang diperkirakan mencapai Rp200 juta. Saat ini, Polsek Kurun masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.
“Dugaan sementara mengarah pada adanya gangguan arus listrik saat penggunaan genset, namun kepastian penyebabnya masih pasti menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut,” pungkasnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih waspada saat menggunakan sumber listrik cadangan di rumah. Pemeriksaan berkala terhadap instalasi perlu dilakukan guna meminimalkan korsleting yang berisiko kebakaran. (*/Red 1)










