Tokoh dan Opini

Menhut Resmikan Pusat Suaka Owa di Barut, Perkuat Upaya Konservasi Satwa Terancam Punah

Avatar
8
×

Menhut Resmikan Pusat Suaka Owa di Barut, Perkuat Upaya Konservasi Satwa Terancam Punah

Sebarkan artikel ini

MUARA TEWEH, BNN – Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Raja Juli Antoni, meresmikan fasilitas Rehabilitasi Owadan Pusat Suaka Owa (Owa Sanctuary Center) milik Yayasan Kalaweit Indonesia di Dusun Pararawen, Kecamatan Teweh Tengah, Kabupaten Barito Utara (Barut), Kalimantan Tengah, Jumat (5/12/25).

Peresmian ini menjadi tonggak penting dalam penguatan upaya konservasi satwa primata terancam punah serta pengelolaan hutan berkelanjutan di wilayah tersebut.

“Perlindungan owa dan hutan adalah tanggung jawab kita bersama. Pemerintah akan terus memberikan dukungan penuh terhadap upaya pelestarian lingkungan dan pengelolaan hutan yang berkelanjutan di Barito Utara,” ujar Raja Juli Antoni dalam sambutannya.

Kunjungan kerja ini turut didampingi jajaran kementerian dan disambut oleh Wakil Bupati Barito Utara Felix Sonadie Y Tingan, Sekretaris Daerah, serta tim Yayasan Kalaweit. Dalam kesempatan tersebut, Menhut berdialog mengenai strategi konservasi, khususnya perlindungan owa sebagai primata yang masuk kategori terancam punah.

Ketua Yayasan Kalaweit Indonesia Barito Utara, Chanee Kalaweit, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan pemerintah pusat.

“Kami berkomitmen memperkuat kerja sama dengan pemerintah dan masyarakat untuk melindungi owa serta menjaga kelestarian habitatnya,” ujar Chanee.

Senada, Wakil Bupati Barito Utara, Felix Sonadie Y Tingan, menegaskan akan pentingnya kolaborasi lintas pihak dalam menjaga kekayaan alam dan keanekaragaman hayati daerah.

“Barito Utara memiliki potensi alam luar biasa, termasuk satwa owa. Kami akan terus bersinergi dengan pemerintah pusat dan organisasi lingkungan untuk memastikan kelestariannya,” katanya.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah, Agustan Saining, juga menyampaikan dukungan penuh terhadap pengembangan fasilitas konservasi tersebut.

“Pusat Suaka Owa ini merupakan bukti nyata komitmen bersama dalam menjaga kelestarian satwa primata di Kalteng. Kami akan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memastikan habitat owa tetap terjaga,” ujarnya.

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Menteri Kehutanan, dilanjutkan dengan peninjauan area rehabilitasi, fasilitas konservasi, serta dialog bersama tim lapangan.

Kehadiran Pusat Suaka Owa ini diharapkan menjadi momentum dalam meningkatkan kesadaran publik mengenai pentingnya menjaga satwa terancam punah serta mendorong praktik pengelolaan hutan berkelanjutan, khususnya di Kabupaten Barito Utara. (*/red2)