Kalimantan Tengah

Gubernur Kalteng Bertemu Penambang dan Pengepul Emas, Bahas Penataan Wilayah Pertambangan Rakyat

Avatar
12
×

Gubernur Kalteng Bertemu Penambang dan Pengepul Emas, Bahas Penataan Wilayah Pertambangan Rakyat

Sebarkan artikel ini

PALANGKA RAYA, BNN – Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) menggelar pertemuan bersama perwakilan penambang dan pengepul emas dari sejumlah kabupaten guna membahas penataan dan pengelolaan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR).

Pertemuan berlangsung di aula Istana Isen Mulang Palangka Raya turut dihadiri oleh jajaran Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) terkait di lingkungan Pemprov Kalteng. Kamis (12/3/26).

Dalam pertemuan tersebut, para perwakilan penambang dan pengepul emas dari sejumlah daerah menyampaikan berbagai aspirasi terkait aktivitas pertambangan rakyat yang selama ini menjadi sumber penghidupan mereka.

Salah satu poin utama yang dibahas adalah kepastian pengelolaan WPR agar kegiatan penambangan dapat berjalan secara legal, tertib, dan tetap memperhatikan aspek keselamatan serta aspek lingkungan.

Gubernur Agustiar Sabran, menegaskan bahwa pemerintah daerah terus berupaya mencari solusi terbaik agar aktivitas pertambangan rakyat dapat berjalan dengan baik sekaligus sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku.

“Kita tentunya tetap perhatikan aspirasi ini dan mencari solusi terbaik bagi kegiatan penambangan rakyat agar berjalan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” ujar Gubernur.

Senada, Wakil Gubernur Edy Pratowo menekankan pentingnya komunikasi dan koordinasi antara pemerintah dan para pelaku usaha pertambangan rakyat untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus memastikan kegiatan pertambangan berjalan secara tertib dan aman.

Para perwakilan penambang dan pengepul emas yang hadir menyampaikan apresiasi serta meminta perhatian pemerintah provinsi terhadap keberlangsungan aktivitas pertambangan rakyat di daerah.

Mereka berharap ke depan seluruh pihak dapat bekerja dengan baik sehingga kegiatan penambangan dapat berlangsung aman, lancar, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kiranya ini menjadi langkah memperkuat sinergi antara penambang konvensional dan pemerintah daerah dalam menata pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan di Kalimantan Tengah,” ujar perwakilan penambang. (*/Red 2)