YOGYAKARTA, BNN – Kabar gembira bagi masyarakat jelang musim mudik Lebaran 2026. Pemerintah melalui Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, memastikan saat ini belum ada rencana menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
Kepastian ini disampaikan Purbaya di tengah ketidakpastian geopolitik dunia yang memicu fluktuasi harga minyak mentah global. Kondisi keuangan negara masih dalam posisi solid, tegasnya saat bekunjung di Pasar Beringharjo, Yogyakarta, Selasa (17/3/26).
Ia menjelaskan bahwa salah satu fungsi vital APBN adalah sebagai peredam kejut (shock absorber). Artinya, APBN bertugas menyerap dampak kenaikan harga komoditas dunia agar tidak langsung membebani daya beli masyarakat.
“Sampai sekarang belum ada hitungan untuk menaikkan harga BBM, karena kita punya uang masih cukup untuk menahan harga BBM sekarang,” tegas Purbaya.
Menurutnya, pemerintah masih memiliki ruang fiskal cukup luas untuk mempertahankan harga energi tetap stabil hingga akhir tahun, tergantung arahan dan strategis Presiden Prabowo Subianto.
Proyeksi Konsumsi BBM Jelang Lebaran 2026
Meskipun harga dipastikan stabil, masyarakat perlu mengantisipasi lonjakan permintaan di lapangan. Pertamina Patra Niaga Regional JBT memprediksi kenaikan konsumsi BBM yang signifikan di wilayah Jawa Tengah dan DIY selama masa mudik.
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional JBT, Fanda Chrismianto merinci proyeksi lonjakan permintaan sebagai berikut:
- Pertalite: Diprediksi naik dari 9.787 KL menjadi 12.741 KL per hari.
- Pertamax: Diperkirakan melonjak sekitar 29,7% menjadi 3.943 KL per hari.
- Pertamax Turbo: Menjadi primadona dengan kenaikan tertinggi di sektor gasolin hingga 55,3%.
Kebutuhan untuk kendaraan bermesin diesel juga mengalami tren serupa, bahkan dengan angka yang lebih fantastis:
- Dexlite: Diprediksi melonjak hingga 70,5%.
- Pertamina Dex: Meningkat sekitar 64,2%.
Total kenaikan untuk seluruh jenis gasolin diperkirakan mencapai 30% atau setara dengan 16.800 kiloliter selama periode mudik.
Evaluasi Terhadap Dinamika Global
Meski kapasitas fiskal saat ini mencukupi, Menkeu Purbaya menekankan bahwa pemerintah tetap waspada. Simulasi kebijakan terus dilakukan secara berkala untuk memantau pergerakan harga minyak dunia yang sangat dinamis.
Langkah ini dilakukan guna memastikan bahwa setiap keputusan yang diambil di masa depan tetap terukur dan tidak mengganggu stabilitas ekonomi nasional secara makro.
Masyarakat tidak perlu khawatir akan kenaikan harga BBM dalam waktu dekat. Fokus pemerintah saat ini memastikan distribusi stok di lapangan aman terkendali, terutama di jalur-jalur utama mudik, mengingat adanya lonjakan konsumsi hingga 30%. (*/Red 2)












