KASONGAN, BNN – Kondisi jalan rusak parah di wilayah Katingan Hulu, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah (Kalteng), kembali menjadi sorotan sekaligus memicu kemarahan warga.
Keluhan tersebut ramai disuarakan di media sosial, salah satunya melalui unggahan warganet bernama Wawan Setiawan yang viral di grup Facebook Kabar Katingan yang diunggah Jumat (17/4/26).
Dalam unggahan itu, seorang warga menyoroti kondisi jalan yang disebut sudah tidak layak dilalui. Ia menggambarkan jalan dipenuhi lumpur, tanjakan curam, hingga menyerupai kubangan hewan yang membahayakan pengendara.
“Akibat jalan yang hancur sekali, naik bukit turun bukit, jalan kaya lumpur, jalan kaya kubangan sapi, jalan super duper hancur sekali,” tulisnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa kondisi rusaknya jalan tersebut telah menimbulkan sejumlah insiden di lapangan, meski belum menimbulkan korban jiwa.
“Ini kasihan lo salah satu masyarakat dari Tumbang Labaning jadi korban kendaraannya terguling-guling serta terbakar mobilnya. Untuk informasi tidak terjadi korban jiwa. Apa harus ada korban jiwa baru tergerak hati kalian memperbaikinya,” katanya.
Warga tersebut juga mempertanyakan komitmen pemerintah terhadap janji pembangunan infrastruktur. Ia menilai alasan teknis seperti kewenangan jalan provinsi maupun efisiensi anggaran tidak seharusnya menghambat perbaikan.
“Apa kalian lupa dengan janji-janji politik selama ini? mana keberpihakan sama rakyat,” sambungnya.
Tak hanya itu, ia bahkan memberikan ultimatum kepada pemerintah agar segera merespons keluhan masyarakat, dalam waktu dua hari.
“Saya beri waktu 2×24 jam apabila tidak ada tanggapan untuk perbaikan, jangan salahkan jika saya kumpulkan masyarakat untuk melakukan aksi damai,” ucapnya.
Unggahan tersebut langsung diserbu komentar warganet. Banyak yang mengaku senasib dan ikut meluapkan kekecewaan terhadap kondisi jalan yang dinilai dibiarkan terlalu lama.
“Pajaknya hanya buat memperkaya pejabat saja,” tulis salah satu akun FB, Adri An.
Selain itu, kritik juga diarahkan pada janji politik yang dianggap hanya manis saat berkampanye. Sejumlah warganet mengaku sudah jenuh dengan janji-janji politisi yang tidak kunjung terealisasi.
“Kami sudah bosan dengar janji kampanye. Setelah terpilih, jalan tetap hancur,” tulis Karlino.
Sebagian warganet juga menduga keterbatasan anggaran menjadi penyebab lambannya perbaikan. Namun, mereka tetap menilai pemerintah harus mencari solusi konkret, jangan cuma diam.
“Mungkin dana dipangkas, tapi tetap harus ada perhatian untuk jalan rusak,” tulis Simpei Katingan Tumbang Samba.
Namun di sisi lain, muncul juga usulan agar masyarakat bisa bergerak dan berinisiatif secara mandiri jika perbaikan jalan tak kunjung dilakukan.
“Kalau memang tidak kunjung diperbaiki, lebih baik swadaya saja. Beli pasir atau koral untuk menimbun jalan,” tulis Bappa Radil. (*/Red 2)


