SAMPIT, BNN – Penanganan kasus pencurian buah sawit oleh empat warga Desa Kenyala, Kecamatan Telawang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yang mengakibatkan tertembaknya warga kini memasuki tahap penyidikan.
Kepolisian menegaskan bahwa perkara yang ditangani secara hukum adalah dugaan tindak pidana pencurian buah kelapa sawit.
Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain mengatakan, keempat warga yang mengalami luka tembak hingga kini masih berstatus sebagai saksi dan belum ditetapkan tersangka.
Penyidik masih melengkapi alat bukti sebelum menentukan status hukum para pihak yang terlibat.
“Kasus pencurian sudah naik ke penyidikan, belum ada tersangka. Karena harus mencukupi alat bukti dulu. Tapi perbuatan (Pencurian, red) itu diakui dari keterangan saksi-saksi yang ada,” katanya, Rabu (31/12/25).
Kasus ini bermula dari dugaan pencurian buah kelapa sawit di areal Hak Guna Usaha (HGU) PT KKP 3 Wilmar Group pada Senin (22/12/25).
Saat kejadian, anggota kepolisian berada di lokasi dalam rangka patroli pengamanan atas permintaan perusahaan untuk mencegah tindak kejahatan di kawasan perkebunan.
“Kehadiran polisi di situ dalam rangka patroli pengamanan,” kata Kapolres.
Dalam patroli tersebut, petugas mendapati sekelompok warga yang diduga tertangkap tangan melakukan pencurian sawit.
Polisi kemudian melakukan upaya penindakan secara persuasif dengan meminta para terduga pelaku untuk ikut ke kantor guna dimintai keterangan.
“Pada saat dilakukan penindakan, mereka tertangkap tangan melakukan pencurian. Tim patroli mencoba secara persuasif,” jelas AKBP Resky.
Namun, berdasarkan laporan petugas di lapangan, situasi berkembang hingga terjadi perlawanan. Kondisi tersebut kemudian memicu tindakan tegas dari aparat kepolisian.
“Informasi yang kita dapat dari tim di lapangan menyampaikan mereka melakukan perlawanan. Dari perlawanan itu muncullah tindakan tegas dan terukur dari kepolisian, penembakan menggunakan peluru karet,” katanya.
Akibat tindakan tersebut, empat warga Desa Kenyala mengalami luka tembak di bagian tubuh yang berbeda dan harus menjalani perawatan medis.
Pasca kejadian, kepolisian belum langsung melakukan pemeriksaan intensif terhadap para korban dengan pertimbangan kemanusiaan.
“Kita upayakan pemanggilan dengan mempertimbangkan kondisi mereka. Pasca penembakan perlu pengobatan dan pemulihan. Saat ini masih dalam tahap penyembuhan” ujarnya. (*/Red 2)


