Barito Selatan

Rakor Ketahanan Pangan, Polres Barsel Gandeng Himbara Atasi Tengkulak

Avatar
23
×

Rakor Ketahanan Pangan, Polres Barsel Gandeng Himbara Atasi Tengkulak

Sebarkan artikel ini

BUNTOK, BNN – Dalam rangka pelaksanaan strategi perluasan lahan dan produksi jagung melalui fasilitas pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) guna mendukung program Swasembada tahun 2026.

Pemkab Barito Selatan (Barsel) dan Polres setempat berkomitmen mewujudkannya lewat pelaksanaan Rapat Koordinasi (Rakor) Ketahanan Pangan yang berlangsung di Aula Tantya Sdhurjati Polres Barsel‎, Senin (30/3/26) siang.

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Barsel‎ H. Eddy Raya Syamsuri dan Kapolres AKBP Jecson R. Hutapea bersama Tim Ahli Bupati Barito Selatan, Asisten I dan II Setda Barsel, kemudian Kepala Bulog, serta Kadis DKPP Barito Selatan.

Selain itu ada pula Pimpinan Cabang dari Bank BRI, Mandiri dan BNI, PJU Polres dan Kapolsek jajaran Polres Barsel, Bhabinkamtibmas Polsek jajaran, serta perwakilan Kelompok Tani (Poktan) dari setiap Kecamatan.

Kapolres AKBP Jecson R. Hutapea selaku tuan rumah acara, menyampaikan terima kasih kepada Bupati beserta staf dan seluruh undangan yang hadir pada Rakor Ketahanan Pangan tersebut.

“Melalui Rakor Ketahanan Pangan 2026 ini, kami dari Kepolisian dalan hal ini Polres Barsel dan Polsek Jajaran berkomitmen terus memperkuat ekosistem pertanian jagung pakan ternak demi kemandirian pangan nasional dan kesejahteraan petani jagung di Barsel,“ ujarnya.

Dijelaskan bahwa Rakor bersama Himpunan Bank Milik Negera ini adalah upaya untuk meningkatkan pemahaman serta akses pembiayaan bagi para petani melalui KUR demi mendukung produktivitas sektor pertanian.

Dengan pendampingan manajerial yang tepat, lanjut Kapolres diharapkan para petani akan mampu membayar pinjaman modal tepat waktu dan meningkatkan taraf hidup mereka secara berkelanjutan.

“Mari seluruh elemen masyarakat dan Gugus Tugas Ketahanan Pangan bersama-sama memberikan perlindungan kepada petani lewat stabilitas harga jagung di tingkat produsen. Guna memastikan hasil panen tidak dirugikan oleh praktik tengkulak,” imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Eddy Raya mengapresiasi Kapolres dan jajaran yang telah berperan aktif sebagai penghubung antara Poktan jagung dan pihak perbankan. Lewat kolaborasi itu, terbuka akses pembiayaan program KUR dalam mengatasi kendala permodalan.

“Lewat Program Ketahanan Pangan para petani jagung diharapkan bisa mengoptimalkan lahan tidur untuk meningkatkan produksi. Terlepas dari ketergantungan pada tengkulak melalui pendampingan manajerial berkelanjutan,” ujarnya.

Ia meminta para petani harus mampu mengelola usaha tani secara profesional, kemudian membayar kewajiban kredit tepat waktu serta meningkatkan taraf hidupnya secara berkesinambungan.

“Kami juga berharap kepada semua pihak untuk bersama-sama mengawasi dan menjaga agar harga jagung di tingkat petani minimal sesuai dengan harga beli pemerintah atau sesuai dengan standar HPP Bulog,” demikian Eddy Raya. (*/Red 1)