Peristiwa

Tim SAR Akhirnya Temukan Korban Tenggelam di Jetty PT MPG Muara Teweh

Avatar
11
×

Tim SAR Akhirnya Temukan Korban Tenggelam di Jetty PT MPG Muara Teweh

Sebarkan artikel ini

MUARA TEREH, BNN – Tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan dua korban tenggelam di Sungai Barito. Keduanya merupakan personel kepolisian dan seorang Anak Buah Kapal (ABK) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Senin (6/4/26) pagi.

Kejadian tragis itu terjadi di jetty milik PT Multi Persada Gatramegah (PT MPG). Saat itu, kedua korban berusaha menyeberang menuju kapal pengangkut CPO menggunakan rakit sederhana pada Sabtu (4/4/26) malam.

Namun di tengah perjalanan, rakit yang mereka tumpangi diduga tidak stabil hingga akhirnya terbalik. Keduanya pun terjatuh saat arus sungai cukup deras, dan dilaporkan hilang terseret arus.

Peristiwa itu kemudian dilaporkan ke pihak berwenang. Usai menerima laporan, tim SAR gabungan segera melakukan pencarian intensif di sekitar lokasi kejadian pada Minggu (5/4/26).

Meski sempat menemui kendala cuaca pada hari Minggu, upaya pencarian membuahkan hasil pada Senin pagi. Korban pertama ditemukan pada pukul 08.31 WIB dalam kondisi meninggal dunia.

Kepala BPBD Barito Utara (Barut), Simamoraturahman melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Rizali Hadi membenarkan jenazah korban pertama atas nama Bripda Vikma Setiawan (22) ditemukan pukul 08.31 WIB.

“Korban ditemukan Tim SAR Gabungan dalam kondisi meninggal dunia sekitar dua kilometer dari titik awal kejadian atau last know position (LKP),” ungkap Rizali Hadi.

Bripda Vikma Setiawan merupakan anggota Dir Samapta Polda Kalteng yang bertugas di Barut, tercatat sebagai warga Jalan Veteran, Gang Margo Rukun, Beriwit, Puruk Cahu, Kabupaten Murung Raya (Mura).

Korban kedua, ujarnya, atas nama Aleksandro Brianonggasa (25) yang berprofesi sebagai ABK¸ warga Desa Rokirole, Kecamatan Palue, NTT, ditemukan di areal PT Bina Karya pada pukul 09.42 WIB, sekitar 500 meter dari  LKP.

“Kedua korban kemudian dievakusi ke RSUD Muara Teweh untuk dilakukan visum. Adapun korban pertama, setelah visum langsung dibawa ke Puruk Cahu, Mura, sedangkan korban kedua diserahkan kepada pihak kapal,” ucapnya.

Dengan ditemukannya semua korban, operasi SAR resmi ditutup. Pihak Basarnas mengapresiasi seluruh unsur yang terlibat dalam pencarian, termasuk tim Rescue Basarnas Palangka Raya, Polairud, Dit Samapta Polda Kalteng, dan pihak terkait lainnya. (*/Red 2)