YOGYAKARTA, BNN – Setiap momen mudik Lebaran selalu ada cerita unik. Seperti pada Lebaran 2026 kali ini, banyak pemudik nyasar ke tengah sawah karena mengikuti panduan dari Google Maps.
Peristiwa tidak lazim tersebut terjadi di kawasan Dusun Karangkalasan, Purwomartani, Sleman, Yogyakarta pada Senin (23/3/26).
Korbannya juga tidak sedikit, setidaknya puluhan mobil pemudik yang sedang mencari gerbang tol justru melintasi jalan sempit di tengah hamparan sawah.
Berdasarkan video yang diunggah akun Instagram @jogjainfo, terlihat beberapa kendaraan dari berbagai pelat nomor luar daerah mengular panjang, pemandangan ini tentu tidak biasa bagi warga setempat.
Awalnya, para pemudik berniat menuju gerbang tol Purwamartani, namun Google Maps justru memberikan rute melewati jalur alternatif yang tidak semestinya dilalui kendaraan umum.
Jalan yang mereka lewati ternyata diketahui merupakan bekas akses khusus pekerja proyek, bukan jalur resmi menuju jalan tol.
Warga yang melihat pemandangan tidak biasa ini, mengaku terkejut, karena baru pertama kalinya terjadi di wilayah mereka.
Seorang warga bernama Yaka, mengungkapkan kronologi kejadian saat puluhan mobil secara tiba-tiba memasuki kampungnya.
“Sekitar jam 13.30 WIB, tiba-tiba banyak mobil masuk sini, semuanya pakai Google Maps mencari pintu tol, baru kali ini diarahkan masuk lewat selokan Mataram,” sebut Yaka.
Melihat kondisi yang tidak kondusif dan berpotensi membuat pemudik makin kebingungan dan tersesat, warga setempat pun turun tangan membantu mengarahkan kendaraan kembali ke jalur yang benar.
“Kami bantu atur supaya tidak makin keblasuk (tersesat). Pemudik mengira jalan tanah yang naik ini jalur masuk tol, padahal itu khusus untuk pekerja proyek,” jelasnya.
Kejadian ini juga dikonfirmasi oleh Humas PT Jasamarga Jogja Solo, Rachmat. Dikatakan aplikasi peta digital telah mengarahkan pengendara ke jalan-jalan kecil hingga terjadi penumpukan.
Rachmat pun mengimbau pengguna jalan kembali memperhatikan rambu lalu lintas fisik yang sudah disiapkan pada setiap lintasan jalan.
“Untuk masuk ke gerbang tol, kami sudah memasang rambu-rambu penunjuk arah. Apabila masih membingungkan, bisa meminta informasi kepada petugas di lapangan,” tegas Rachmat.
Peristiwa ini menjadi pengingat agar tidak sepenuhnya bergantung pada aplikasi navigasi. Pengemudi diimbau tetap mengutamakan jalur utama dan memastikan kondisi jalan aman saat melintasi wilayah pedesaan. (*/Red 2)












