BUNTOK, BNN – Pemerintah Kabupaten Barito Selatan (Barsel) kembali melakukan penyegaran birokrasi dengan melantik pejabat administrator, pengawas dan fungsional. Prosesi pelantikan dipimpin Bupati Eddy Raya Samsuri, di Aula Kantor Bupati setempat, Senin (23/2/26).
Turut hadir Ketua TP PKK Kabupaten Barito Selatan Hj. Permana sari, Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Bariton Selatan Ita Minarni, para Asisten, Kepala Satuan Perangkat Daerah, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat.
Dalam seremoni tersebut terdapat total 27 orang pejabat dilantik, dengan rincian 24 pejabat administrator, 2 pejabat pengawas dan 1 orang pejabat fungsional yang dirotasi ke jabatan baru.
Dari total pejabat yang dilantik, terjadi mutasi jabatan terhadap 7 orang. Sementara itu, sebanyak 19 pejabat mendapatkan promosi jabatan, dan 1 orang mengalami penurunan/ demosi jabatan.
Perombakan jabatan ini menyasar pada sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), mulai dari Camat dan Sekretaris Camat Dusun Selatan, Sekretaris Dinas, Kepala Bidang, serta Kepala Sub Bagian.
Bupati Barito Selatan, dalam sambutannya mengatakan bahwa mutasi jabatan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya optimalisasi kinerja aparatur melalui redistribusi posisi sesuai kebutuhan organisasi.
Ia menegaskan bahwa perombakan birokrasi tidak berhenti pada pelantikan kali ini saja. Pelantikan hari ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat roda organisasi.
“Salah satu tujuannya memastikan setiap jabatan diisi oleh figur yang memiliki kompetensi, integritas, dan kinerja yang sesuai dengan kebutuhan organisasi,” kata Eddy Raya.
Langkah ini, sebutnya sejalan dengan RPJMD Kabupaten Barito Selatan Tahun 2025–2029, khususnya dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional dan berorientasi pada pelayanan publik.
“Saat ini penerapan manajemen talenta ASN menjadi kebijakan nasional yang harus kita dukung bersama,” lanjutnya.
Setiap ASN dituntut untuk terus mengembangkan kompetensi, adaptif terhadap perubahan, serta mampu bekerja secara kolaboratif dan inovatif.
“Tantangan birokrasi semakin kompleks, kebutuhan masyarakat semakin dinamis, dan tuntutan akuntabilitas semakin tinggi. Karena itu, kita harus bekerja lebih profesional lagi,’’ pungkas Eddy Raya. (*/Red 1)












