Kotawaringin Timur

Bendahara KUD Hilang Usai Ambil Rp1,4 Miliar, Mobil Ditemukan Rusak

Avatar
14
×

Bendahara KUD Hilang Usai Ambil Rp1,4 Miliar, Mobil Ditemukan Rusak

Sebarkan artikel ini

SAMPIT, BNN – Pemerintah Desa Bandar Agung bersama pengurus Koperasi Unit Desa (KUD) Harapan Makmur, Kecamatan Parenggean, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), membuat laporan resmi ke pihak kepolisian.

Hal ini dilakukan setelah mobil Bendahara KUD berinisial AS ditemukan rusak parah di Jalan Tjilik Riwut Km 9, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotim, pada Kamis (23/4/26) pagi.

Padahal diketahui sang Bendahara itu baru saja mengambil uang tunai miliaran rupiah dari salah satu Bank di Sampit, yang merupakan dana Sisa Hasil Kebun (SHK) milik koperasi.

Mobil AS ditemukan terparkir di pinggir jalan dengan kondisi mengalami kerusakan pada bagian kaca depan hingga sisi kanan. Sementara AS sendiri belum diketahui keberadaannya.

Kepala Desa Bandar Agung, Slamet Harianto membenarkan tentang penemuan tersebut. Ia mengatakan, pihak desa bersama Koperasi langsung melaporkan kejadian itu ke Kantor Kepolisian Sektor (Polsek) Baamang guna dilakukan penyelidikan.

“Kami melaporkan kejadian ini ke Polisi sejak pagi hingga malam, karena yang bersangkutan (AS) tidak ada di tempat dan mobilnya ditemukan dalam kondisi rusak,” ujar Slamet, Kamis (23/4/26) malam.

Ia menuturkan, peristiwa ini bermula saat AS bersama pengurus Koperasi lainnya berangkat menuju Sampit dengan menggunakan mobil masing-masing untuk mengambil uang Sisa Hasil Kebun (SHK) di salah satu Bank di Kota Sampit.

“Uang yang diambil tersebut, rencananya akan dibagikan kepada anggota koperasi. Jadi uang yang diambil dari Bank itu mencapai Rp 1,4 miliar,” ujarnya menegaskan.

Namun, lanjutnya, pada Rabu (22/4/26) pagi, rombongan pengurus koperasi lainnya lebih dulu kembali ke desa. Saat mereka tiba, AS justru tidak kunjung kembali, sehingga menimbulkan kekhawatiran.

“Kami mencoba menghubungi AS, namun tak ada respons. Lalu, kami kembali ke Sampit untuk melakukan pencarian, tetapi tak membuahkan hasil. Saat hendak pulang, justru kami menemukan mobilnya terparkir di pinggir jalan dan kondisnya rusak,” ungkapnya.

Atas temuan itu, pihak desa dan KUD telah membuat laporan resmi ke Polisi. Hingga kini, motif di balik kejadian tersebut masih belum diketahui, termasuk kemungkinan adanya dugaan tindak pidana seperti perampokan maupun motif lain.

Pihak pelapor berharap aparat Kepolisian dapat segera mengungkap peristiwa tersebut dan menemukan keberadaan AS. Sementara, kasusnya kini tengah ditangani pihak berwajib guna penyelidikan lebih lanjut. (*/Red 2)