Barito Selatan

Peduli Desa Terdampak Kekeringan, Dinas PUPR Barsel Salurkan Bantuan Air Bersih

Avatar
10
×

Peduli Desa Terdampak Kekeringan, Dinas PUPR Barsel Salurkan Bantuan Air Bersih

Sebarkan artikel ini

BUNTOK, BNN – Keluhan warga yang terdampak kekeringan akibat kemarau berpanjangan di sejumlah desa di wilayah Kabupaten Barito Selatan (Barsel) mendapat respons dan perhatian dari Pemkab setempat.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) melalui Bidang Air Minum, Air Limbah, dan Persampahan (AMPLP) menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah desa yang terdampak, Rabu (2/9/26).

Penyaluran bantuan air bersih tersebut dipimpin langsung Kepala Bidang AMPLP Dinas PUPR Barito Selatan, Ir. Kusnardi, bersama-sama dengan tim PUPR dan unsur terkait.

Kusnardi mengatakan penyaluran air bersih itu dilakukan sebagai bentuk kepedulian sekaligus langkah darurat untuk membantu masyarakat yang tengah mengalami kesulitan dalam mendapatkan air bersih.

“Kami ditugaskan Pak Bupati untuk memastikan masyarakat di wilayah yang sulit mendapatkan air bersih tetap terlayani. Bantuan ini merupakan kepedulian yang bersifat darurat, sambil menunggu solusi jangka panjang seperti sumur bor,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, tim Bidang AMPLP PUPR Barsel menyalurkan air bersih dengan menggunakan mobil tangki ke sejumlah titik terdampak kesulitan air. Kemudian dialirkan langsung ke tandon air milik desa agar dapat segera dimanfaatkan warga.

Adapun sasaran penyaluran bantuan, lanjut Kusnardi dilakukan di sejumlah wilayah yang mengalami kekeringan, diantaranya desa-desa di Kecamatan Gunung Bintang Awai (GBA) dan sekitarnya.

Menurut dia, langkah ini merupakan respons dan kepedulian Pemkab Barito Selatan terhadap kesulitan warga, serta menjadi bagian dari upaya dalam menangani dampak kekeringan yang terjadi di wilayah tersebut.

“Karena ketersedian air adalah kebutuhan dasar bagi warga. Sehingga kami pastikan tidak ada warga yang kesulitan mendapatkan air bersih di tengah kondisi darurat kekeringan seperti saat ini,” tutur Kusnardi.

Sebelumnya, Pemkab Barsel juga menambah anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) menjadi Rp8 miliar serta memperpanjang status tanggap darurat bencana untuk mempercepat penanganan Karhutla serta dampak kekeringan. (*/Red 1)