BUNTOK , BNN – Momentum peringatan HUT ke-67 Kabupaten Barito Selatan (Barsel) menjadi bagian strategis bagi pemerintah daerah untuk memotret rentetan keberhasilan pelaksanaan pembangunan.
Bupati Barsel Eddy Raya Samsuri menegaskan kemajuan di berbagai sektor saat ini tak lepas dari sinergi seluruh elemen serta warisan kontribusi para tokoh pendahulu daerah. Ia membeberkan deretan rapor positif indikator makro pembangunan daerah.
“Berdasarkan rekapitulasi data 2025, tren pertumbuhan ekonomi di wilayah Barsel sukses menyentuh angka 4,15 persen,” ungkapnya di acara puncak peringangatan HUT Barsel yang diselenggarakan di Buntok, Senin (21/9/26).
Seiring dengan hal itu, dikatakannya bahwa kualitas hidup masyarakat ikut terkatrol naik, yang tercermin dari capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pada level 75,21 persen.
Di sisi lain, Pemkab juga mencatat keberhasilan dalam menekan angka kemiskinan menjadi 4,94 persen, memangkas tingkat pengangguran terbuka hingga 4,30 persen, serta mempertahankan stabilitas ketimpangan pendapatan (Gini Ratio) di rasio 0,266.
Kinerja positif ini turut diimbangi dengan kedisiplinan dalam tata kelola birokrasi dan keuangan. Pemerintah kabupaten kembali menyabet predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk yang kesembilan kalinya secara beruntun atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD).
“Perolehan ini tentunya menjadi motivasi kita bersama untuk terus meningkatkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel,” ucap Eddy dalam sambutannya.
Capaian di sektor layanan dasar juga menunjukkan grafik yang menggembirakan. Pada bidang kesehatan, kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tercatat telah melindungi seluruh penduduk atau mencapai 100 persen per 31 Desember 2025.
“Torehan ini membuahkan apresiasi prestisius dari Pemerintah pusat berupa penghargaan UHC Award 2026 Kategori Utama,” sebut Bupati.
Prestasi serupa menular ke sektor pendidikan, di mana kabupaten ini dianugerahi Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi atas tingginya akses penduduk terhadap layanan pendidikan tahun 2026.
Beralih ke pemenuhan infrastruktur dasar, pemerataan pasokan energi bagi masyarakat kian nyata. Rasio elektrifikasi di tingkat desa telah menembus 100 persen, sementara rasio ketersediaan listrik untuk skala rumah tangga telah menyentuh angka 96,79 persen.
Ke depan, Pemkab berkomitmen untuk terus mendorong perputaran ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan UMKM, pertanian, perikanan, perkebunan, hingga peternakan.
“Potensi sumber daya alam harus dikelola secara bijaksana dengan tetap menjaga kelestarian, keberlanjutan pembangunan, dan sebesar-besarnya manfaat bagi masyarakat,” tutup Eddy. (*/Red 2)












