Katingan

Tragedi Tumbang Kalemei, Jenazah Bripda Nopandri Ditemukan di Sungai Katingan

Avatar
15
×

Tragedi Tumbang Kalemei, Jenazah Bripda Nopandri Ditemukan di Sungai Katingan

Sebarkan artikel ini

KASONGAN, BNN – Operasi pencarian terhadap personel Satresnarkoba Polres Katingan yang hilang pada saat penggerebekan bandar sabu di Desa Tumbang Kalemei akhirnya membuahkan hasil.

Warga Desa Tumbang Lahang, Kecamatan Katingan Tengah, dihebohkan dengan penemuan sesosok jenazah yang mengapung di aliran Sungai Katingan, pada Sabtu (4/7/26) sore.

Jenazah tersebut diduga kuat merupakan Bripda Nopandri Ramadhana, anggota Satresnarkoba Polres Katingan yang dilaporkan hilang sejak Kamis (2/7/26) dini hari saat menjalankan operasi penindakan terhadap jaringan peredaran narkotika.

Saat ditemukan, jenazah personel polisi tersebut nampak tersangkut di ranting bambu dan kayu yang mengapung di bantaran Sungai Katingan, wilayah Desa Tumbang Lahang.

Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartanto membenarkan bahwa adanya penemuan jenazah yang diduga merupakan salah satu anggotanya yang sempat hilang.

“Benar, salah satu personel kami atas nama Nopandri Ramadhana ditemukan. Saat ini anggota kami masih menuju lokasi temuan,” ujar AKBP Dodik.

Hingga berita ini diturunkan, tim dari Polres Katingan telah berada di lokasi penemuan untuk melakukan proses evakuasi dan identifikasi lebih lanjut guna memastikan identitas korban.

Sebelumnya, penggerebekan terhadap terduga bandar sabu di Desa Tumbang Kalemei berujung tragedi. Saat petugas berhasil mengamankan salah satu terduga pelaku, sejumlah anggota keluarga pelaku melakukan perlawanan menggunakan senjata parang.

Bentrok pun tak terhindarkan. Dalam insiden tersebut, Aiptu Yudhi, personel Satresnarkoba Polres Katingan, gugur akibat serangan senjata tajam. Seorang anggota keluarga terduga pelaku juga dilaporkan tewas.

Di tengah situasi yang kacau tersebut, dua anggota polisi, yakni Bripda Nopandri Ramadhana dan Aiptu Sumaryanto dilaporkan hilang dan diduga kuat hanyut di perairan Sungai Katingan.

Sejak kejadian itu, tim gabungan dari Polri dan TNI, Basarnas, BPBD, serta masyarakat setempat berupaya melakukan operasi pencarian secara intensif di sepanjang aliran sungai. (*/Red 2)