PALANGKA RAYA, BNN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya tokoh konservasi dunia, Prof. Birutė Mary Galdikas, yang meninggal dunia pada Selasa, 24 Maret 2026, di Los Angeles, Amerika Serikat.
Kabar kepergian ilmuwan yang dikenal luas atas dedikasinya terhadap pelestarian orang utan ini menjadi kehilangan besar, tidak hanya bagi komunitas internasional, tetapi juga masyarakat Kalimantan Tengah.
Gubernur Kalteng Agustiar Sabran, menyampaikan rasa duka mendalam atas berpulangnya sosok yang telah mengabdikan hidupnya bagi kelestarian hutan tropis dan satwa langka. Ia menuturkan almarhumah merupakan figur penting dalam upaya konservasi global, sekaligus sahabat bagi masyarakat Kalteng.
“Kami atas nama Pemerintah Provinsi Kalteng dan seluruh masyarakat menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya atas wafatnya Ibu Birutė Galdikas. Beliau sosok luar biasa yang mendedikasikan hidupnya menjaga kelestarian orang utan dan hutan Kalimantan,” ujar Agustiar. Rabu (25/3/26).
Ia menjelaskan kiprah almarhumah selama puluhan tahun di Kalimantan, khususnya melalui Orang utan Foundation International, telah berdampak signifikan terhadap upaya pelestarian lingkungan dan peningkatan kesadaran global dalam menjaga ekosistem hutan hujan tropis.
Bahkan menurut Gubernur, melalui perannya pula nama Kalimantan Tengah menjadi salah satu pusat perhatian dunia internasional itu berkat dedikasi dan kerja keras almarhumah.
“Jejak pengabdian beliau akan selalu dikenang dan menjadi inspirasi bagi kita semua, khususnya generasi muda, untuk terus menjaga kelestarian alam. Apa yang telah beliau lakukan di Kalteng akan terus kami lanjutkan sebagai komitmen menjaga lingkungan,” tambahnya.
Pemprov juga mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan almarhumah agar segala amal ibadah dan pengabdiannya diterima serta mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
Kepergian tokoh konservasi Prof. Birutė Galdikas diharapkan tidak memadamkan semangat bersama dalam menjaga kelestarian hutan dan satwa liar.
“Selamat jalan Ibu Birutė Galdikas, terima kasih atas dedikasi dan cinta yang telah diberikan bagi bumi, khususnya bagi hutan dan orang utan di Kalimantan Tengah,” tutup Agustiar Sabran. (*/Red 2)












