Kalimantan Tengah

Gubernur Kalteng Temui Penambang dan Pengepul Emas, Bahas Penataan WPR

Avatar
30
×

Gubernur Kalteng Temui Penambang dan Pengepul Emas, Bahas Penataan WPR

Sebarkan artikel ini

PALANGKA RAYA, BNN – Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) menggelar pertemuan dengan perwakilan penambang dan pengepul emas dari sejumlah kabupaten guna membahas penataan dan pengelolaan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR).

Pertemuan berlangsung di aula Istana Isen Mulang Palangka Raya turut dihadiri oleh jajaran Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) terkait di lingkungan Pemprov Kalteng. Kamis (12/3/26).

Dalam pertemuan itu, perwakilan penambang dan pengepul emas dari sejumlah daerah menyampaikan aspirasi terkait aktivitas pertambangan rakyat yang selama ini menjadi sumber penghidupan mereka.

Salah satu poin utama yang dibahas adalah kepastian pengelolaan WPR agar kegiatan penambangan berjalan secara legal, tertib, serta tetap memperhatikan aspek keselamatan dan aspek lingkungan.

Gubernur Agustiar Sabran, menegaskan bahwa pemerintah daerah terus mencari solusi terbaik agar aktivitas pertambangan rakyat dapat berjalan baik sekaligus sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku.

“Kita tentunya tetap perhatikan aspirasi ini dan mencari solusi terbaik bagi kegiatan penambangan rakyat agar berjalan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” ujar Gubernur.

Senada, Wakil Gubernur Edy Pratowo menekankan pentingnya komunikasi dan koordinasi antara pemerintah dan pelaku usaha untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus memastikan kegiatan pertambangan berjalan secara tertib dan aman.

Perwakilan penambang dan pengepul emas yang hadir menyampaikan apresiasi serta meminta perhatian pemerintah provinsi terhadap keberlangsungan aktivitas pertambangan rakyat di daerah.

Mereka berharap ke depan seluruh pihak dapat bekerja dan bersinergi sehingga kegiatan penambangan niscaya berlangsung aman, lancar, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kiranya ini menjadi langkah memperkuat sinergi antara penambang dan pemda sekaligus menata pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan di Kalimantan Tengah,” ujar perwakilan penambang. (*/Red 2)