BANJARMASIN, BNN – Warga Jalan Belitung, Gang Masurai, RT 25, Kelurahan Kuin Cerucuk, Banjarmasin Barat digegerkan dengan peristiwa pembunuhan sadis, terjadi sekitar pukul 09.00 WITA, Selasa (31/3/26) pagi.
Seorang pria lanjut usia, Noor Wahdiatsyah (65), atau yang akrab disapa H Idum, tewas bersimbah darah setelah diserang secara brutal oleh kerabat dekatnya sendiri.
Korban yang merupakan warga Gang Manunggal, Jalan P HM Noor itu sempat dilarikan ke RSUD Ulin Banjarmasin, guna mendapatkan pertolongan medis. Namun, nyawanya tak tertolong akibat luka parah.
Peristiwa berdarah ini terjadi begitu cepat. Berdasarkan rekaman CCTV warga, korban saat itu tengah duduk santai bersama temannya, saksi Yusran alias Kai Usuf (66) di dekat jembatan Gang Masurai.
Tak diduga, pelaku A (41), yang merupakan kerabat korban, datang dari arah belakang. Ia sempat melewati istri korban sebelum tiba-tiba mengeluarkan pisau dari pinggangnya. Tanpa banyak bicara, pelaku langsung menyerang.
“Korban pada saat itu sempat meminta ampun, tapi pelaku terus menyerang,” ungkap saksi.
Serangan membabi buta itu membuat korban tak berdaya. Apalagi kondisinya yang sudah renta dan kerap sakit-sakitan membuatnya tak mampu melawan.
Saksi yang melihat kejadian itu sempat mencoba menghentikan aksi pelaku dengan mengingatkannya. Namun permintaan saksi tidak digubris oleh pelaku.
Saksi juga berusaha memanggil istri korban, Marlina, yang berada di warung tak jauh dari lokasi. Namun nahas, saat warga berdatangan, korban sudah terkapar dengan luka parah.
Begitupun pelaku, usai melancarkan aksi brutalnya langsung kabur sambil masih memegang senjata tajam yang berlumur darah korban.
Akibat serangan brutal tersebut, korban mengalami luka serius di bagian wajah, leher, tangan, hingga bahu akibat sabetan senjata tajam.
Ceceran darah masih terlihat di lokasi kejadian, sementara warga sekitar tampak panik dan berkerumun menyaksikan peristiwa mengerikan itu.
Motif Diduga Konflik Keluarga
Dugaan sementara, aksi nekat ini dipicu konflik keluarga. Korban disebut diliputi rasa cemburu terhadap istrinya yang bekerja di dapur sebuah hotel di Banjarmasin.
Korban diceritakan kerap mendatangi tempat kerja istri pelaku, hingga pernah terjadi keributan. Hal itulah yang diduga memicu kemarahan pelaku.
“Pelaku bahkan sering mengancam-ancam korban sejak keributan itu,” tutur saksi.
Polisi Lakukan Penyelidikan
Petugas Polsek Banjarmasin Barat langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah TKP serta mengumpulkan barang bukti dan keterangan para saksi.
Kasus ini kini dalam penanganan pihak kepolisian. Aparat masih memburu keberadaan pelaku serta mendalami motif pasti di balik penganiayaan maut tersebut.
Peristiwa pembunuhan sadis ini menambah panjang daftar kasus kekerasan dalam lingkup keluarga yang berujung tragis di wilayah kota Seribu Sungai. (*/Red 2)












