Palangka Raya

Lomba Menjawet Uwei, Mewarnai dan Melukis HUT Bhayangkara Digelar Sukses di DM Palangka Raya

Avatar
11
×

Lomba Menjawet Uwei, Mewarnai dan Melukis HUT Bhayangkara Digelar Sukses di DM Palangka Raya

Sebarkan artikel ini

PALANGKA RAYA, BNN – Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah (Polda Kalteng) sukses menggelar rangkaian perlombaan melukis, mewarnai, dan menjawet uwei (menganyam rotan) yang mengusung tema “Polri Untuk Masyarakat’.

Agenda yang merupakan rangkaian kegiatan menyambut HUT Bhayangkara ke-80 ini menyedot perhatian ratusan pengunjung dan sukses digelar di Atrium Hall Duta Mall, Kota Palangka Raya, Rabu (24/06/26).

Acara penutupan lomba dihadiri langsung Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan, Wakapolda Brigjen Pol Drs. Yosi Muhamartha, para pejabat utama Polda, serta Ketua Bhayangkari Daerah Kalteng beserta pengurus, serta para peserta lomba yang didominasi kalangan ibu-ibu dan anak-anak.

Kapolda Kalteng dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa pemilihan tema kearifan lokal dalam perayaan hari Bhayangkara tahun ini mengemban misi penting bagi generasi penerus.

“Tujuan utama kami, selain memeriahkan HUT Bhayangkara ke-80, yaitu melestarikan budaya asli daerah, khususnya budaya Dayak,” ujar Kapolda.

Kalimantan Tengah, menurutnya sangat kaya akan budaya tradisional yang sudah selayaknya untuk terus diangkat bahkan diperlombakan ke ruang-ruang publik sehingga tetap hidup di tengah masyarakat .

“Jika tidak kita lestarikan dan tidak kita lombakan melalui momentum seperti ini, kita khawatir generasi muda kita tidak tahu, sehingga budaya tersebut bisa luntur atau bahkan hilang,” sambung Irjen Iwan.

Ia juga mengaku takjub dengan animo luar biasa yang ditunjukkan oleh masyarakat Kota Cantik. Lokasi acara di pusat perbelanjaan modern dipadati oleh warga yang penasaran ingin melihat langsung kelihaian para pengrajin lokal berlaga.

“Antusiasme masyarakat luar biasa. Pengunjung Duta Mall sangat padat dan mereka begitu antusias menyaksikan, terutama pada lomba menjawet uwei atau menganyam rotan. Melalui perlombaan ini, kita bisa melihat bahwa kerajinan tangan tradisional ini memiliki nilai seni dan tingkat kesulitan yang luar biasa tinggi,” tambahnya.

Tak kalah meriah, ruang kreativitas bagi anak-anak lewat lomba melukis dan mewarnai bertema “Polri Untuk Masyarakat” juga dipenuhi keceriaan. Menurut Kapolda, kehadiran ratusan anak-anak membuktikan bahwa ruang publik untuk mengekspresikan bakat seni sangat dinantikan masyarakat luas.

Melalui keberhasilan penyelenggaraan lomba ini, Kapolda berharap jalinan silaturahmi serta sinergitas kamtibmas antara aparat kepolisian dan warga Kalimantan Tengah dapat terus berjalan harmonis.

“Ke depan, kita harapkan sinergi antara Polri dan masyarakat, dapat terwujud semakin erat melalui pendekatan-pendekatan budaya dan kearifan lokal seperti ini,” pungkasnya. (*/Red 2)