Palangka Raya

Pelaksanaan Tahap II Pemilihan Rektor UPR Masih Menunggu Surat Mendiktisaintek

Avatar
3
×

Pelaksanaan Tahap II Pemilihan Rektor UPR Masih Menunggu Surat Mendiktisaintek

Sebarkan artikel ini

PALANGKA RAYA, BNN – Ketua Panitia Pemilihan Rektor Universitas Palangka Raya (UPR), Kalimantan Tengah, Prof Joni Bungai mengatakan panitia masih menunggu surat dari Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi terkait jadwal pemilihan tahap II.

“Masih belum ada kabar. Kami masih menunggu surat dari Menteri. Kami berharap sebelum tanggal 8 September, surat tersebut sudah kami terima,” katanya, Jumat (4//9/26).

Hingga kini, Panitia Pilrek UPR belum menerima informasi terbaru mengenai kepatian jadwal pelaksanaan tahapan lanjutan pemilihan rektor periode mendatang.

Sebelumnya, dikabarkan bahwa tiga orang calon rektor UPR telah menjalani sesi wawancara bersama Mendiktisaintek Prof Brian Yuliarto pada Kamis (20/8/26).

Adapun ketiga calon rektor yang bersaing pada tahap akhir Pilrek UPR itu, adalah Prof. Liswara Neneng, Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UPR.

Kemudian, Dr. Thea Farina Embang selaku Dekan Fakultas Hukum (FH) UPR, serta Prof Bhayu Rhama yang saat ini menjabat Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UPR.

“Setelah tahapan wawancara, proses Pilrek UPR memasuki tahapan berikutnya dengan menunggu penjadwalan pemilihan tahap II untuk menentukan rektor UPR periode mendatang,” ucap Joni.

Sementara itu, masa jabatan Prof Salampak sebagai Rektor UPR akan berakhir pada 7 September 2026. Berakhirnya masa jabatan ini menjadi perhatian dalam proses pergantian kepemimpinan berikutnya.

“Pengganti saya sebagai Rektor UPR, tentunya harus lebih baik dari saya,” harap Rektor UPR Prof Salampak menanggapi siapa sosok penerus kepemimpinan UPR.

Menurutnya, rektor UPR mendatang tidak hanya dituntut memiliki kapasitas akademik, tetapi juga kemampuan manajerial untuk menjalankan program dan target perguruan tinggi.

“Kita dinilai melalui Indikator Kinerja Utama. Saya berharap siapapun yang menjadi rektor memiliki wibawa akademik dan kemampuan manajerial,” tukas Salampak. (*/Red 2)