Katingan

Aiptu Sumaryanto Hilang saat Penggerebekan Narkoba di Katingan, Ditemukan Tewas

Avatar
12
×

Aiptu Sumaryanto Hilang saat Penggerebekan Narkoba di Katingan, Ditemukan Tewas

Sebarkan artikel ini

KASONGAN, BNN – Satu lagi personel Satresnarkoba Polres Katingan, Kalteng, yakni Aiptu Sumaryanto, akhirnya ditemukan tewas setelah sempat hilang terseret arus sungai saat penggerebekan kasus narkoba di Desa Tumbang Kalemei.

Dengan temuan ini, total anggota kepolisian yang meninggal dunia dalam insiden tersebut bertambah menjadi tiga orang. Jenazah Aiptu Sumaryanto ditemukan pada Minggu (5/7/26) pagi.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, mengatakan jenazah korban ditemukan setelah tim gabungan melakukan pencarian selama empat hari.

“Telah ditemukannya 1 jenazah atas nama Aiptu Sumaryanto,” kata Eko dalam keterangannya, Minggu. Setelah dievakuasi dari aliran sungai, jenazah langsung dibawa ke fasilitas medis untuk penanganan lebih lanjut.

“Mayat tersebut dikirimkan dengan ambulans ke RS Bhayangkara, Palangkaraya,” ujar Eko. Sebelumnya, operasi pencarian dimulai sejak Minggu (5/6/26) pagi sekitar pukul 06.00 WIB.

Tim gabungan terdiri atas Polda Kalteng, Polairud, Kodim 1019/Katingan, Basarnas, serta masyarakat setempat. Penyisiran dilakukan di sepanjang sungai dan kawasan hutan di sekitar bantaran sungai.

Tim menggunakan tiga perahu karet dan delapan kapal ces kecil. Area pencarian juga diperluas hingga kawasan Pasar Desa Samba, Kecamatan Katingan Tengah. Titik terang muncul sekitar pukul 08.42 WIB setelah Babinsa Rantau Asem, Kopda Imam, melaporkan adanya sesosok jenazah di Sungai Desa Rantau Asem.

Lokasi penemuan berada sekitar 8 kilometer dari TKP di Desa Tumbang Kalemei. Tim gabungan kemudian menuju lokasi dan melakukan pemeriksaan. Pada pukul 09.15 WIB, jenazah dipastikan sebagai Aiptu Sumaryanto. Sekitar 30 menit kemudian, jenazah diberangkatkan menuju Palangka Raya.

Sebagai informasi, insiden itu bermula pada Rabu (1/7/26) malam. Saat itu, Satresnarkoba Polres Katingan menerjunkan 12 personel untuk menindaklanjuti informasi warga terkait dugaan peredaran sabu di Desa Tumbang Kalemei. Target operasi awal mengarah kepada seorang berinisial BIO. Polisi menyebut BIO merupakan residivis kasus narkotika.

Setibanya di lokasi, tim dibagi menjadi dua kelompok. Tim pertama bertugas melakukan penindakan di rumah target, sedangkan tim kedua bersiaga di sekitar lokasi sebagai pendukung operasi.

Menurut Eko, penggerebekan awalnya berjalan sesuai rencana. Target berhasil diamankan. Namun, situasi berubah ketika sejumlah orang di dalam rumah dan warga sekitar melakukan perlawanan.

“Saat proses penangkapan berlangsung, target berhasil diamankan. Namun situasi berubah ketika beberapa orang di dalam rumah dan warga sekitar melakukan perlawanan menggunakan senjata tajam berupa parang,” ujar Eko.

Eko mengatakan massa yang datang ke lokasi terus bertambah. Mereka disebut menyerang petugas menggunakan senjata tajam dan senjata api rakitan.

Dalam kondisi terdesak, sejumlah anggota kepolisian berupaya menyelamatkan diri. Sebagian dari mereka terpaksa menyeberangi sungai berarus deras dan berlindung di kawasan hutan.

Polisi kini masih mendalami peristiwa tersebut, termasuk pihak-pihak yang diduga terlibat dalam penyerangan terhadap aparat saat penggerebekan narkoba berlangsung. (*/Red 2)