Barito Selatan

Survey Akreditasi Klinik Utama Antariksa, dr. Dadang: Syarat Kerjasama BPJS Kesehatan

Avatar
11
×

Survey Akreditasi Klinik Utama Antariksa, dr. Dadang: Syarat Kerjasama BPJS Kesehatan

Sebarkan artikel ini

BUNTOK, BNN – Klinik Utama Antariksa tengah melaksanakan survey akreditasi, berlangsung dari tanggal 9-13 Juli 2026. Klinik yang beralamat di Jalan Kihajar Dewantara, Buntok ini setidaknya sudah memiliki tiga orang dokter spesialis.

Adapun lembaga khusus yang melakukan survey akreditasi Klinik Utama diwakili oleh tim yang melakukan penilaian akreditasi Labktama dari Kementrian Kesehatan. Mereka adalah dr. Galih Endradita dan dr. Arief Santoso.

Kepala Klinik Utama Antariksa dr. Wiwin Dwiyanti, mengatakan survei administrasi ini merupakan survey pertama. Dimana pada Kamis 9 Juli 2026, Klinik Antariksa sudah melakukan survey lewat daring, dan hari ini dilakukan survey secara luring.

“Survey administrasi Klinik Utama Antariksa ini bukan hanya survei untuk mendapatkan akreditasi, tapi merupakan proses pembelajaran dari Klinik Utama Antariksa agar nantinya kita bisa meningkatkan mutu pelayanan, kualitas, keselamatan pasien,” ujarnya di Buntok, Senin (13/7/26).

Ia berharap melalui survey administrasi ini pihaknya dapat meningkatkan pelayanan, mutu dan keselamatan pasien. Klinik yang sudah berjalan tersebut dalam waktu satu tahun harus mendapatkan akreditasi, ujarnya untuk memastikan klinik utama sudah memenuhi standar pelayanan kesehatan.

“Kita telah memiliki tiga orang dokter spesialis yakni spesialis penyakit dalam, spesialis syaraf dan spesialis kandungan. Dan akan dikembangkan lagi spesialis lainnya, seperti spesialis paru dan lainnya,” tutur dr Wiwin.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Barsel dr. Dadang Baskoro Nogroho, SpPD saat menghadiri survey akreditasi mengatakan, bahwa Klinik Utama Antariksa ini merupakan satu-satunya yang ada di Das Barito.

“Sampai saat ini masih belum ada klinik utama di wilayah Barito, baik itu Barito Utara, Barito Timur maupun Murung Raya, hanya satu-satunya yang ada di Barito Selatan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, bahwa klinik terbagi dua macam yakni klinik Utama dan klinik Pratama. Klinik utama harus dilayani oleh dokter spesialis, sedangkan klinik Pratama itu hanya dilayani dokter umum, sama halnya dengan layanan Klinik Mandiri.

Klinik Utama pelayanannya harus ditangani oleh dokter spesialis, dan upaya yang dilakukan Klinik Utama Antariksa adalah untuk membantu pelayanan kesehatan. Kedepannya, Klinik Utama Antariksa berupaya melakukan pelayanan spesialistik.

“Kalau dulu ada rumah sakit itu tipe A, B dan C, maka klinik utama sama dengan Rumah Sakit Pratama atau rumah sakit tipe D. Jadi segmen itu yang diambil oleh Klinik Utama Antariksa Buntok, dan nantinya pasien-pasiennya adalah pasien-pasien spesialistik rujukan dari Puskesmas atau dari klinik dokter umum,” terangnya.

Kehadiran Klinik Utama menurut dr. Dadang merupakan aset daerah dan satu hal yang cukup bagus, sebab banyak pasien yang masih belum terhendel secara maksimal oleh rumah sakit.

“Sebab tidak semua pasien itu bisa melakukan kontrol di pagi hari di poli rumah sakit. Maka kehadiran Klinik Utama ini merupakan potensi yang cukup bagus jika pelayanan dilakukan pada sore hari,” ujarnya.

Ia menambahkan pihak Antariksa sudah koordinasi dengan BPJS untuk bisa kerjasama atau MoU dengan BPJS, namun dari pihak BPJS Kesehatan masih belum bisa. Sebab salah satu syaratnya, klinik utama tersebut harus sudah terakreditasi.

“Jadi ini merupakan langkah substantif yang dilakukan oleh Klinik Utama Antariksa untuk bisa melewati akreditasi dan memenuhi salah satu persyaratan kerjasama dengan BPJS Kesehatan,” tutupnya. (*/Red 2).