Kalimantan Tengah

Raup 37 Suara di Pilrek Tahap II, Prof Bhayu Rhama Terpilih Jadi Rektor UPR Periode 2026-2030

Avatar
20
×

Raup 37 Suara di Pilrek Tahap II, Prof Bhayu Rhama Terpilih Jadi Rektor UPR Periode 2026-2030

Sebarkan artikel ini

PALANGKA RAYA, BNN – Prof. Bhayu Rhama akhirnya terpilih sebagai Rektor Universitas Palangka Raya (UPR), Kalimantan Tengah, periode 2026–2030 setelah memperoleh 37 suara dalam pemilihan rektor (pilrek) tahap kedua.

“Pemilihan rektor tahap kedua sudah kita laksanakan bersama antara Senat dengan kementerian dan prosesnya berjalan sesuai mekanisme yang ditetapkan,” kata Ketua Senat UPR Prof. Dr. Petrus Poerwadi, Kamis (1/10/26).

Pemilihan tersebut, lanjutnya diikuti 41 anggota Senat yang hadir. Perwakilan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi juga hadir dalam proses pemilihan untuk mewakili Menteri.

Dalam penghitungan suara, dukungan Menteri memiliki bobot 35 persen, sedangkan suara Senat berbobot 65 persen. Dari 41 anggota Senat yang hadir, bobot suara Menteri kemudian dihitung menjadi 22 suara.

“Karena anggota Senat yang hadir sebanyak 41 orang, bobot suara Menteri menjadi 22 suara. Jadi total suara yang diperebutkan dalam pemilihan ini sebanyak 63 suara,” ucap Petrus.

Ia mengungkapkan, hasil pemungutan suara menempatkan Prof. Bhayu sebagai peraih suara terbanyak dengan 37 suara. Sementara Dr. Thea Farina, SH., M.Kn memperoleh 14 suara dan Dr. Leswara Neneng, S.Pd., M.Si meraih 12 suara.

Berdasarkan hasil pemungutan suara tersebut, Prof. Bhayu kemudian ditetapkan sebagai Rektor UPR periode 2026–2030. Ia dijadwalkan akan dilantik pada 5 Oktober 2026 di Jakarta.

“Dengan demikian, Prof. Bhayu Rhama telah resmi terpilih sebagai Rektor UPR periode 2026–2030 dan akan dilantik nanti pada tanggal 5 Oktober mendatang di Jakarta,” tandasnya.

Usai terpilih, Prof. Bhayu menyampaikan rasa syukurnya atas kepercayaan yang diberikan melalui proses pemilihan tersebut. Ia menyebut perolehan 37 suara menjadi awal dari tanggung jawab untuk membawa UPR lebih baik.

Bhayu menegaskan akan merangkul seluruh elemen kampus, termasuk pihak yang sebelumnya mengikuti kontestasi pemilihan rektor. Menurutnya, seluruh unsur di UPR memiliki peran dalam membangun kampus bersama.

“UPR sesungguhnya adalah rumah kita bersama. Teman-teman yang belum terpilih akan kita rangkul semua untuk menjadi satu dalam keluarga besar UPR,” pungkas Bhayu. (*/Red 1)