Barito Selatan

Korban Pelajar Tenggelam di Kawasan Taman Iring Witu Buntok Ditemukan Meninggal

Avatar
14
×

Korban Pelajar Tenggelam di Kawasan Taman Iring Witu Buntok Ditemukan Meninggal

Sebarkan artikel ini

BUNTOK, BNN – Seorang pelajar SMP di Kota Buntok, Kabupaten Barito Selatan (Barsel), bernama Muhammad Rahan Muzakki alias Rehan yang sempat dilaporkan hilang sejak Kamis (1/10/26) sore, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Korban pelajar berusia 13 tahun tersebut ditemukan tim terpadu bersama keluarga dan warga setempat di wilayah perairan Sungai Barito, tepatnya di kawasan Taman Iring Witu, Water Front Kota Buntok, pada Kamis malam sekitar pukul 21.13 WIB.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Barsel, Agus In’ Yulius, mengatakan korban diduga tenggelam saat mandi di pesisir Sungai Barito. Korban ditemukannya tak jauh dari lokasi penemuan sandal dan sepeda miliknya.

“Setelah mendapatkan petunjuk tersebut, tim terpadu bersama masyarakat dan keluarga korban melakukan pencarian. Akhirnya korban ditemukan di perairan Sungai Barito dalam kondisi sudah tidak bernyawa,” kata Agus kepada awak media.

Ia menjelaskan, Rehan dilaporkan oleh keluarganya belum kembali ke rumah sejak sekitar pukul 16.00 WIB. Sebelumnya, korban diketahui pergi menggunakan sepeda bersama beberapa orang temannya di sekitar Taman Iring Witu.

Kekhawatiran keluarga semakin meningkat setelah sepeda yang digunakan Rehan ditemukan di sekitar kawasan Taman Iring Witu, Buntok. Namun kepanikan kian menjadi, sebab korban sendiri tak diketahui dimana keberadaannya.

Pihak keluarga kemudian melakukan pencarian dengan menelusuri lokasi terakhir ditemukannya sepeda dan sendal korban, serta meminta informasi dari teman-teman korban yang diketahui sempat bermain bersama dengannya.

“Setelah cukup lama dilakukan pencarian di lokasi terakhir itu, tim penyelamat bersama masyarakat dan keluarga akhirnya berhasil menemukan korban sekitar pukul 21.13 WIB dalam keadaan meninggal dunia,” terang Agus.

Dikatakan, dengan ditemukannya korban, operasi pencarian yang sebelumnya dilakukan bersama keluarga dan unsur terkait dinyatakan berakhir. Selanjutnya, korban dievakuasi ke Rumah Sakit untuk proses penanganan lebih lanjut.

Ia mengimbau para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, khususnya saat bermain dan mandi di Sungai Barito. Kawasan gosong di sekitar Iring Witu, sebutnya perlu diwaspadai karena sebelumnya juga pernah terjadi peristiwa anak tenggelam.

“Ini menjadi pelajaran bagi kita semua, terutama para orang tua agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat bermain atau mandi di gosong (pantai) sekitar Iring Witu,” imbau Agus.

Ia mengingatkan masyarakat agar mewaspadai kondisi arus dan kedalaman sungai, meskipun saat musim kemarau. Terlebih, anak-anak yang berada di kawasan perairan, sangat berisiko tanpa pengawasan orang dewasa.

“Meskipun perairan dangkal saat mandi di gosong, di beberapa tempat ada lubuk yang cukup dalam. Sehingga rawan bagi anak-anak yang tidak bisa berenang dan tanpa pengawasan orang tua,” imbuhnya. (*/Red 2)