Kalimantan Tengah

Gubernur Kalteng Sebut Terkendali, Karhutla Tembus 7.634 Hektare, 500 Pompa Air Didatangkan

Avatar
7
×

Gubernur Kalteng Sebut Terkendali, Karhutla Tembus 7.634 Hektare, 500 Pompa Air Didatangkan

Sebarkan artikel ini

PALANGKA RAYA, BNN – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalteng sepanjang 2026 telah mencapai 7.634 hektare. Meski luasan terbakar terus bertambah, Pemprov Kalteng belum menaikkan status penanganan dari Siaga Darurat menjadi Tanggap Darurat.

Kondisi tersebut disampaikan dalam konferensi pers penanganan karhutla yang digelar Pemerintah Provinsi Kalteng bersama TNI dan Polri di Markas Polda Kalteng, Palangka Raya, Senin (24/8/26).

Gubernur Kalteng Agustiar Sabran mengatakan situasi karhutla di wilayahnya hingga saat ini masih terkendali. Aktivitas masyarakat, pendidikan, pemerintahan, hingga perekonomian masih berjalan normal.

“Situasi di Kalimantan Tengah masih terkendali. Aktivitas masyarakat, pendidikan, pemerintahan, perekonomian dan pelayanan publik masih berjalan normal,” kata Agustiar.

Menurutnya, kondisi tersebut juga menjadi perhatian Presiden RI Prabowo Subianto saat meninjau langsung penanganan karhutla di Kalteng pada Sabtu (22/8/26).

“Setelah melihat langsung kondisi di lapangan, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi terhadap situasi penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah,” ujarnya.

Namun, di balik kondisi yang dinilai masih terkendali, data karhutla menunjukkan tantangan yang dihadapi oleh pemerintah cukup besar.

Sejak Januari 2026, tercatat sebanyak 22.203 hotspot dan 1.739 fire spot. Luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 7.634 hektare. Angka tersebut meningkat dibandingkan catatan sebelumnya yang berada di kisaran 4.920 hektare.

Begitupun dalam pemantauan harian, tercatat 858 hotspot dan 53 fire spot dengan tambahan luas lahan terbakar sekitar 190,96 hektare.

Kabupaten Kotawaringin Timur menjadi daerah dengan luasan lahan terbakar terbesar, yakni sekitar 1.686 hektare. Kemudian Kotawaringin Barat sekitar 508,5 hektare, Kota Palangka Raya 484,2 hektare, dan Barito Timur sekitar 14,7 hektare.

Pemerintah menyadari angka tersebut tidak kecil. Namun, kondisi tahun ini masih dibandingkan dengan sejarah karhutla Kalteng, khususnya pada 1997 ketika luas lahan terbakar tercatat mencapai sekitar dua juta hektare.

Tantangan pengendalian karhutla tahun ini semakin berat karena kondisi cuaca yang dipengaruhi El Niño sangat kuat. Karenanya, pemerintah menilai pengendalian harus terus diperkuat agar tidak berkembang menjadi bencana yang mengancam kehidupan masyarakat.

Agustiar juga meminta media massa ikut menjaga kualitas informasi mengenai karhutla. Ia berharap pemberitaan mengenai kondisi kebakaran tetap mengedepankan fakta dan dilakukan melalui proses konfirmasi.

“Kami berharap informasi yang disampaikan kepada masyarakat benar-benar berdasarkan fakta di lapangan dan telah melalui proses konfirmasi. Jangan sampai informasi yang tidak tepat justru menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat,” katanya.

Aslog Kasdam XXII/Tambun Bungai Aji Suwijo mengatakan sebanyak 149 unit kendaraan pemadam dan 100 kendaraan tangki air sebelumnya telah didistribusikan ke sejumlah kabupaten dan kota di Kalteng.

“Peralatan yang sudah didistribusikan meliputi kendaraan pemadam dan kendaraan tangki air. Peralatan tersebut diarahkan ke wilayah yang membutuhkan dan memiliki potensi kebakaran,” tukas Aji.

Dukungan dari pemerintah pusat juga kembali berdatangan setelah kunjungan Presiden Prabowo ke Kalteng. Bantuan tersebut mencakup 500 unit pompa air beserta perlengkapannya.

Selain itu, pemerintah pusat juga menyiapkan alat berat, masker, alat pelindung diri (APD), drone, chainsaw, gas mask, hingga senter kepala tahan air.

Tak hanya itu, pesawat C-130 TNI AU dari Halim Perdanakusuma dijadwalkan mengangkut tambahan flexible water tank berkapasitas 1.000 liter dan 2.000 liter. Peralatan itu diproyeksikan untuk mendekatkan sumber air ke titik kebakaran. (*/Red 1)