Barito Utara

Kecewa Blackout, Tokoh Dayak di Barut Desak Pemkab Bentuk Tim Pencari Fakta

Avatar
8
×

Kecewa Blackout, Tokoh Dayak di Barut Desak Pemkab Bentuk Tim Pencari Fakta

Sebarkan artikel ini

MUARA TEWEH, BNN –  Salah seorang tokoh adat Dayak Kalteng di Kabupaten Barito Utara (Barut), Suria Baya mempertanyakan terjadinya pemadaman listrik (blackout) yang terjadi saat ini dan mendesak Pemkab setempat untuk membentuk Tim Pencari Fakta.

Menurutnya, pemadaman listrik bergilir yang saat ini terjadi di wilayah Kalsel dan Kalteng, bahkan terjadi pula di pulau Sumatra dan Jawa, belakangan ini seolah menjadi tren di tanah air.

“Sepertinya kompak terjadi di berbagai daerah di Indonesia sehingga memunculkan pertanyaan tentang konsekwensi di tubuh PT PLN atas kegagalan pelayanan,” ujarnya di Muara Teweh, Senin (6/7/26). 

Ia menyoroti kondisi yang terjadi atas kegagalan pelayanan PT PLN (Persero) ini, seharusnya, desak Suria Baya, perusahaan listrik plat merah tersebut segera mengambil langkah tegas dan bertanggung jawab.

“Sudah berapa yang dipecat atau diputus kontrak oleh PT PLN karena gagal menjaga keandalan sistem kelistrikan, karena sebagai perusahaan profesional, evaluasi kinerjanya harusnya ketat dan yang gagal tidak dipertahankan,” tandasnya.

Jika pemadaman terus terjadi karena kerusakan turbin atau komponen pembangkit, imbuhnya, pihak PT PLN hendaknya menjelaskan secara detail teknis kerusakannya, pada bagiannya apa saja dan disebabkan oleh faktor apa, serta sejauh mana penanganannya.

“Pemkab Barito Utara hendaknya membentuk Tim Pencari Fakta untuk menyelidiki kebenaran dari klaim PT PLN terkait penyebab pemberlakuaan pemadaman bergilir tersebut,” tambahnya.

Penjelasan detail dipandang penting untuk diungkapkan, agar permasalahan listrik saat ini tidak hanya sekadar pembicaraan di meja rapat, karena yang terjadi merupakan masalah teknis yang harus dianalisis di lapangan melalui investigasi.

Ketua Gerdayak Barito Utara ini bahkan telah berencana untuk menggelar aksi unjuk rasa damai untuk mempertanyakan kepada PT PLN terkait persoalan pemadaman listrik oleh PT PLN tersebut.

“Jika tidak ada penjelasan teknis yang bisa diterima semua pihak, maka kita akan berunjuk rasa meminta pertanggungjawaban PT PLN secara terbuka dan profesional, “ tutup Suria Baya. (*/Red 2)