Barito Selatan

Mutasi 6 Kepala Puskesmas di Barsel, Kadinkes: Penyegaran Manajemen dan Perkuat Program Prioritas

Avatar
14
×

Mutasi 6 Kepala Puskesmas di Barsel, Kadinkes: Penyegaran Manajemen dan Perkuat Program Prioritas

Sebarkan artikel ini

BUNTOK, BNN – Sebanyak 6 Kepala Puskesmas di Barito Selatan (Barsel) belum lama ini dilantik Bupati Barsel, Eddy Raya Syamsuri. Mutasi jabatan ini merupakan bagian dari perencanaan matang demi memperkuat manajemen pelayanan kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) sekaligus Plt Direktur RSUD Jaraga Sasameh Buntok, Dadang Baskoro Nugroho menegaskan hal tersebut, bahwa mutasi jabatan itu telah melewati perencanaan matang guna memperkuat layanan kesehatan.

“Proses pelantikan tersebut telah melalui tahap perencanaan matang dan sesuai prosedur administrasi serta garis kebijakan pimpinan (Bupati),” tegas Dadang di Buntok, Kamis (2/7/26).

Ia menjelaskan, pergeseran posisi ini didasarkan pada banyak aspek penilaian. Penyegaran manajemen di tingkat Puskesmas nilainya, menjadi hal utama dalam memperkuat berbagai Program Prioritas Kesehatan di wilayah Barsel.

Sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Kesehatan, Puskesmas memegang peran krusial sebagai ujung tombak pelayanan serta bertanggung jawab menjalankan program kesehatan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan, maupun program turunan dari pemerintah provinsi dan kabupaten.

Saat ini, lanjut Dadang, Puskesmas menghadapi tantangan besar dalam memenuhi target pelayanan di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Program-program prioritas nasional yang harus tetap berjalan optimal di antaranya penanganan stunting, peningkatan kesehatan ibu dan anak, pengendalian penyakit infeksi, serta program cek kesehatan gratis.

“Dalam kondisi efisiensi seperti sekarang, anggaran memang mengalami pengurangan, tetapi target capaian pelayanan tetap harus ideal. Kita terus berupaya agar program nasional bisa berjalan sukses,” harapnya.

Menurutnya, ada perbedaan mendasar antara fungsi Puskesmas dan rumah sakit. Dimana Puskesmas berfokus pada aspek promotif (edukasi) dan preventif (pencegahan), sedangkan rumah sakit menitikberatkan pada pelayanan kuratif (pengobatan).

“Puskesmas harus aktif turun ke masyarakat untuk melakukan berbagai upaya pencegahan penyakit. Sementara rumah sakit lebih bersifat kuratif, yaitu menerima dan menangani pasien yang membutuhkan pengobatan,” imbuhnya.

Melalui penyegaran manajemen ini, Dinas Kesehatan Barsel berharap pelaksanaan program kesehatan daerah dapat berjalan lebih optimal, efisien, dan mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat. (*/Red 1)