BUNTOK, BNN – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jaraga Sasameh, Buntok mempersiapkan verifikasi data digital rujukan pasien. Rumah Sakit ini tengah beralih dari data berbasis rekam medis manual ke Rekam Medis Elektronik (RME), sesuai Permenkes No. 24 Tahun 2022.
Plt. Direktur RSUD Jaraga Sasameh dr. Dadang Baskoro Nugroho,Sp.PD menerangkan hal itu. Ia menyebut RSUD belum merilis angka rujukan terbanyak dan tren dibanding tahun sebelumnya. Penyebabnya, proses migrasi data dari manual ke RME masih berjalan.
“RSUD sedang verifikasi basis data dari rekam medis manual beralih ke RME. Harapannya secepatnya dapat melaksanakan RME hingga 100 persen, sehingga semua data mudah diakses, lebih akurat dan lebih transparan,” ujarnya, Rabu (1/7/26).
Menurut dr. Dadang yang juga Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Selatan itu, terdapat sejumlah kendala yang menjadi persoalan. Ia merinci kendala utama pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Pertama, sebutnya terkait sarana prasarana. RSUD masih dalam proses renovasi bertahap sehingga penataan bangunan belum dapat optimal.
Kedua, sumber daya manusia. Saat ini RSUD memiliki 11 layanan spesialis, ditambah 2 layanan praktik medis dan perawatan spesialistik, yakni Radiologi dan Rehabilitasi Medis.
Ketiga, persoalan gangguan listrik. Pemadaman jaringan listrik, menurutnya sangat lah berdampak pada pelayanan medis, karena kapasitas genset terbatas.
“Hal-hal lain sama seperti fasilitas kesehatan daerah pada umumnya untuk pemenuhan seluruh Standar Pelayanan Minimal sedikit banyak berhubungan dengan regulasi,” kata Dadang.
Ia menambahkan bahwa RSUD Jaraga Sasameh terus berbenah meningkatkan mutu layanan melalui pemenuhan standar sarana, prasarana, dan SDM secara bertahap.
“Dukungan pemerintah pusat, pemerintah daerah, BPJS Kesehatan, dan pemangku kepentingan dalam hal ini sangat lah diperlukan, agar pelayanan rujukan semakin optimal,” pungkasnya. (*/Red 2)












