General

Temuan BPK Rp1 Triliun, Dua Dirjen Kementrian PU Mengundurkan Diri

Avatar
29
×

Temuan BPK Rp1 Triliun, Dua Dirjen Kementrian PU Mengundurkan Diri

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, BNN – Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo angkat suara soal pengunduran diri dua direktur jenderal (dirjen) di kementeriannya, yakni Dirjen Cipta Karya Dewi Chomistriana dan Dirjen Sumber Daya Air (SDA) D Purwantoro.

Kedua Dirjen, Dewi dan Purwantoro diketahui mundur usai temuan kerugian negara hingga Rp1 triliun, yang diduga menyeret pimpinan di dua direktorat tersebut.

Namun, Dody membantah bahwa pengunduran diri keduanya dilakukan secara mendadak. Sebab, proses internal telah dilakukan sebelumnya.

“Jadi tidak bisa dikatakan bahwa pengunduran diri itu mendadak, tidak bisa juga, karena sudah ada proses sebelumnya,” ujar Dody saat meninjau jalur mudik di Semarang, Jawa Tengah, Minggu (1/3/26).

Semula, pihaknya menerima dua kali surat dari Badan Pemeriksa Keuangan terkait dugaan penyimpangan anggaran di Kementerian PU. Surat itu diterima masing-masing pada Januari dan Agustus 2025.

Dody lalu menginstruksikan Inspektorat Jenderal (Itjen) untuk menyelidiki dugaan penyimpangan tersebut. Namun, karena direspons lambat, dia membentuk tim internal yang ia pimpin sendiri.

Berdasarkan temuan tim ad hoc tersebut, dia mengakui bahwa lembaganya tak 100 persen bersih. Tim belakangan mendapat bantuan dari Kejaksaan Agung.

“Kemudian, alhamdulilah saya dibantu Pak Jaksa Agung,” ujar Dody.

Ia mengatakan, saat ini prosesnya masih berlanjut di Inspektorat Jenderal, dan tim adhoc yang dia pimpin. Namun, Dody mengaku masih berprasangka baik dan menjaga asas praduga tak bersalah.

“Tetapi karena eselon satu itu yang mengangkat dan memberhentikan Pak Presiden, apapun yang saya kerjakan, harus mendapat arahan dari Bapak Presiden,” ujarnya.

Ia mengaku telah melaporkan persoalan itu kepada Presiden Prabowo Subianto, baik secara lisan maupun tertulis. Hanya saja, dia enggan mengungkap apa saja arahan tersebut.

“Menurut saya sih, karena masih ada proses di Itjen, kan proses auditnya belum selesai. Tapi pada saat mulai, kita sudah punya data awal,” tukas Dody. (*/Red 2)