KLATEN, BNN – Ratusan siswa dan guru SMP Negeri 1 Tulung, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah diduga mengalami keracuann seusai menyantap makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (29/4/26).
Informasi kejadian itu cepat menyebar di media sosial. Salah satunya melalui akun Instagram @portal_asn yang menyebut sekitar 200an siswa dan 10 guru terdampak dalam insiden tersebut.
Sebagian korban langsung mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Majegan dan PKU Muhammadiyah Jatinom. Bahkan, ada sejumlah siswa yang menjalani perawatan intensif.
Kasus ini membuat Badan Gizi Nasional (BGN) bergerak cepat melakukan penyelidikan, terutama terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pemasok di Sorogaten, Kecamatan Tulung.
Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran BGN Suardi Samiran menegaskan, bahwa pihaknya akan mengusut proses distribusi makanan dari SPPG yang terlibat.
Menurutnya, pengawasan program MBG tidak bisa hanya dibebankan kepada penyedia makanan. Pemda pun diminta ikut aktif melakukan inspeksi dan evaluasi secara berkala.
“Tidak bisa dibiarkan seperti itu. Bukan hanya tanggung jawab SPPG. Kepala daerah itu harus ikut membantu melaksanakan kegiatan inspeksi,” ujar Suardi.
Ia menegaskan pemerintah sebenarnya telah memiliki standar operasional dan petunjuk teknis ketat dalam pelaksanaan MBG.
Karena itu, jika ditemukan pelanggaran prosedur atau kelalaian, BGN memastikan sanksi tegas akan dijatuhkan.
“Setiap ada pelanggaran dalam pelaksanaan MBG mesti ada sanksi,” tegasnya.
Saat ini, Dinas Kesehatan bersama pihak terkait masih melakukan pengujian sampel makanan di laboratorium guna memastikan penyebab pasti dugaan keracunan massal tersebut. (*/Red 2)












