PALANGKA RAYA, BNN – Titik panas (hotspot) kembali terdeteksi di wilayah Kelurahan Bukit Tunggal, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya. Tim gabungan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) segera bergerak ke lokasi pada Senin (20/7/26).
Usai menerima informasi tersebut, personel Polsek Pahandut bersama Ditsamapta Polda Kalteng, BPBD, serta instansi terkait langsung merespons untuk melakukan pengecekan sekaligus pemadaman terhadap lahan yang terbakar.
Kapolsek Pahandut AKP Iyudi Hartanto mengatakan, penanganan karhutla membutuhkan respons cepat dan kolaborasi seluruh unsur agar kebakaran tidak meluas serta menimbulkan dampak yang lebih besar bagi masyarakat.
“Penanganan karhutla membutuhkan respons cepat dan kerja sama seluruh pihak. Personel yang terlibat terus melakukan pemantauan serta memastikan api benar-benar padam sehingga tidak menimbulkan dampak yang lebih luas,” ujarnya.
Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, kebakaran menghanguskan lahan sekitar 0,27 hektare yang didominasi semak belukar dengan karakteristik tanah gambut. Proses pemadaman menggunakan peralatan pemadam dan memanfaatkan sumber air di sekitar lokasi.
Iyudi menjelaskan, selain memadamkan api, petugas juga berkoordinasi dengan pihak Kelurahan Bukit Tunggal untuk melakukan pendataan terkait status kepemilikan lahan sebagai bagian dari proses penanganan lebih lanjut.
“Koordinasi dengan pemerintah kelurahan juga kami lakukan untuk mendata kepemilikan lahan. Langkah ini penting sebagai bagian dari upaya penanganan dan pencegahan karhutla ke depan,” tuturnya.
Sebegitu api berhasil dipadamkan, tim gabungan tetap melakukan pemantauan di lokasi guna memastikan tidak ada bara api maupun kepulan asap yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
“Kami akan terus melakukan monitoring agar tidak muncul kembali titik api. Mengingat lahan gambut memiliki potensi bara di bawah permukaan, pengawasan harus terus dilakukan,” jelas Kapolsek.
Ia mengimbau warga, tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi karhutla. Menurutnya, peran aktif masyarakat menjadi kunci pencegahan meluasnya karhutla saat musim kemarau.
“Kami mengajak masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan dengan tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun. Apabila menemukan titik api, segera laporkan agar dapat ditangani secepatnya,” tutupnya. (*/Red 2)












