Kalimantan Tengah

Perang Lawan Narkoba, Kepala BNN: Lindungi Generasi Muda dari Ancaman Narkotika

Avatar
15
×

Perang Lawan Narkoba, Kepala BNN: Lindungi Generasi Muda dari Ancaman Narkotika

Sebarkan artikel ini

PALANGKA RAYA, BNN – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia Suyudi Ario Seto menegaskan bahwa perang melawan narkotika bukan semata-mata persoalan penegakan hukum, melainkan bagian dari upaya kemanusiaan untuk menyelamatkan generasi masa depan.

Penegasan itu ia sampaikan saat menghadiri Penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) Hibah, Pemberian Penghargaan P4GN, dan Kuliah Umum di Aula Jayang Tingang (AJT) Lantai II Kantor Gubernur Kalteng, Kamis (20/8/26).

Suyudi menekankan pentingnya membangun sumber daya manusia yang sehat, cerdas, produktif, berintegritas, sekaligus memiliki ketahanan diri terhadap ancaman narkotika.

Di hadapan jajaran pemda, aparat penegak hukum, dunia pendidikan, organisasi masyarakat, pelajar, dan mahasiswa, ia menyampaika peredaran narkoba saat ini tak lagi terbatas di perkotaan. Jaringan narkotika telah menjangkau berbagai wilayah hingga pedesan.

Ia mencontohkan temuan 45,96 gram sabu yang berkaitan dengan jaringan dari Tumbang Samba, Kabupaten Katingan, hingga Kecamatan Timpah, Kabupaten Kapuas. Dalam kasus itu, pengendalian jaringan diduga dari Lapas Kelas IIA Palangka Raya.

Temuan tersebut, kata Suyudi, menjadi peringatan serius bahwa kewaspadaan terhadap narkotika harus dibangun secara menyeluruh, dimulai dari lingkungan terkecil, yakni keluarga, hingga masyarakat luas.

Karena itu, ia menilai keberhasilan program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) tidak dapat hanya dibebankan kepada BNN maupun kepolisian.

“Kedaulatan sejati tidak hanya berarti merdeka sebagai bangsa, tetapi mampu melindungi generasi muda kita dari ancaman narkotika,” tukasnya.

Suyudi mendorong penguatan dan pendekatan dalam menghadapi persoalan narkotika, mulai dari pencegahan dan rehabilitasi, pemberdayaan masyarakat, penguatan ketahanan keluarga dan komunitas, hingga kolaborasi lintas sektor.

Ia mengajak generasi muda untuk memiliki keberanian menolak narkotika. Sikap tersebut menurutnya, merupakan bentuk pengetahuan, keberanian, sekaligus kemampuan mengendalikan diri.

Sementara itu, Gubernur Agustiar Sabran menegaskan perang terhadap narkoba harus ditempatkan sebagai gerakan bersama untuk melindungi masyarakat dan generasi penerus.

“War on Drugs for Humanity atau Perang Melawan Narkoba untuk Kemanusiaan adalah semangat bersama untuk menyelamatkan masyarakat dan generasi mendatang,” ujarnya.

Agustiar menegaskan tidak boleh ada ruang bagi narkoba di Kalteng. Ia meminta pemda, aparat penegak hukum, keluarga, sekolah, komunitas, dan seluruh elemen masyarakat memperkuat sinergi sesuai peran masing-masing.

Kehadiran Kepala BNN RI di Kalteng sekaligus momentum perkuat kolaborasi P4GN di daerah. Ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang tangguh terhadap ancaman narkotika dan mendukung lahirnya generasi sehat, produktif, berprestasi, serta berintegritas. (*/Red 2)