PALANGKA RAYA, BNN – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran resmi memancang tiang perdana pembangunan Huma Betang di kawasan eks lahan Dinas Kehutanan (Dishut) Kalteng, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Palangka Raya, Kamis (23/7/26).
Pembangunan itu menandai dimulainya proyek besar yang diproyeksikan sebagai pusat budaya Dayak sekaligus Huma Betang (rumah adat Dayak) terbesar di dunia.
Kompleks Huma Betang terdiri tiga bangunan sebagai simbol Sila Persatuan Indonesia. Setiap bangunan berukuran 17 x 80 meter dengan kapasitas lebih dari 10 ribu orang serta dilengkapi galeri, museum, dan mess kontingen untuk mendukung kegiatan budaya, pendidikan, serta kemasyarakatan.
Bangunan tersebut dirancang menggunakan 90 persen kayu ulin. Material itu dipilih karena memiliki daya tahan tinggi sehingga diharapkan mampu menjadi warisan budaya yang kokoh dan bertahan dalam jangka panjang.
Dalam sambutannya, Agustiar Sabran mengatakan Huma Betang tak hanya dibangun sebagai infrastruktur fisik, tapi juga menjadi simbol persatuan, gotong royong, dan kesetaraan seluruh sub suku Dayak di Pulau Kalimantan atau Borneo.
“Huma Betang ini menjadi simbol persatuan, gotong royong, dan kesetaraan bagi seluruh sub suku Dayak di Pulau Kalimantan dan Borneo,” tukas Agustiar.
Ia menjelaskan, Huma Betang akan difungsikan sebagai pusat penyelenggaraan berbagai kegiatan adat dan budaya berskala nasional maupun internasional. Fasilitas itu rencang sebagai lokasi pelaksanaan musyawarah besar, kongres internasional, seminar, hingga berbagai upacara adat Dayak.
Selain itu, Huma Betang juga diproyeksikan memperkuat identitas masyarakat Dayak sekaligus menjadi ruang pelestarian nilai kearifan lokal. Menurut Agustiar, keberadaan bangunan itu diharapkan menjadi episentrum peradaban dan edukasi, tak hanya bagi warga Dayak tetapi juga masyarakat Indonesia secara umum.
“Huma Betang didesain untuk merawat kearifan lokal, melestarikan adat istiadat, episentrum peradaban dan edukasi bagi masyarakat Dayak khususnya dan masyarakat Indonesia umumnya,” katanya.
Pemprov Kalteng memperkirakan proyek Huma Betang akan berlangsung sekitar 2 tahun. Gubernur mengajak seluruh elemen masyarakat mendukung dan mengawal proses pembangunan agar berjalan aman, tepat waktu, sesuai dengan standar mutu yang ditetapkan.(*/Red 1)












