Palangka Raya

Pertamina: Antrean Panjang SPBU di Palangka Raya Bukan Akibat Kelangkaan

Avatar
8
×

Pertamina: Antrean Panjang SPBU di Palangka Raya Bukan Akibat Kelangkaan

Sebarkan artikel ini

PALANGKA RAYA, BNN – PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan menyatakan peningkatan antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, bukan disebabkan kelangkaan.

Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan, Edi Mangun mengatakan bahwa peningkatan antrean kendaraan tersebut lebih cendrung diakibatkan oleh peningkatan konsumsi yang bersamaan.

“Kondisi antrean panjang di SPBU bukan disebabkan kelangkaan, melainkan adanya peningkatan aktivitas konsumsi dalam waktu bersamaan,” katanya di Palangka Raya, Kamis (7/5/26).

Untuk itu pihaknya memastikan optimalisasi distribusi BBM di lapangan terus dilakukan seiring dengan peningkatan antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Palangka Raya.

Pertamina, sebutnya berupaya memastikan penyaluran berjalan lancar dan stok BBM baik Pertalite maupun Pertamax di seluruh SPBU wilayah Palangka Raya dalam kondisi tersedia.

“Pertamina saat ini melakukan pengaturan jadwal pengiriman secara berkala dari Fuel Terminal Pulang Pisau untuk memastikan pemerataan stok di seluruh wilayah Palangka Raya dan sekitarnya. Sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan optimal,” jelasnya.

Edi menambahkan peningkatan kepadatan kendaraan dan lonjakan permintaan BBM di SPBU dalam waktu singkat menyebabkan perlunya manajemen stok yang lebih intensif.

Proses distribusi dari Fuel Terminal ke SPBU, termasuk tahapan bongkar muat, juga memerlukan waktu, terutama saat terjadi permintaan tambahan pasokan dari SPBU.

“Untuk SPBU yang mengalami lonjakan konsumsi, Pertamina akan segera melakukan pengiriman dengan menyesuaikan kebutuhan masing-masing SPBU, sehingga penyaluran tetap berjalan dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi,” lanjutnya.

Pertamina terus melakukan pemantauan distribusi secara intensif serta berkoordinasi dengan Pemko Palangka Raya, Dishub, dan Kepolisian setempat untuk membantu pengaturan antrean di lapangan agar tetap tertib dan tidak mengganggu arus lalu lintas.

Pihaknya berharap waga tidak melakukan pembelian berlebih (panic buying) dan mengelola konsumsi BBM secara bijak di tengah dinamika energi global, sehingga ketersedian tetap berjalan lancar dan merata bagi seluruh masyarakat.

“Kami berkomitmen menjaga kelancaran distribusi energi di wilayah Kalteng melalui sinergi bersama pemerintah daerah. Jika membutuhkan informasi atau menemukan kendala pelayanan, dapat menghubungi Call Center 135,” tutup Edi.

Hal senada diungkapkan Sales Area Manager Retail Kalteng, Donny. Ia mengatakan untuk Pertalite dan Pertamax, stok tersedia baik di SPBU maupun Supply Point Depot Pulang Pisau.

“Untuk rata-rata ketahanan hari, yakni Pertalite 6,5 hari dan Pertamax 5,5 hari. Kami sampaikan stok ini juga bersifat dinamis dan berkesinambungan jadi supply (pasokan) tidak putus,” jelasnya.

Pihaknya mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan silakan beraktivitas sehari-hari dengan normal, serta melakukan pembelian BBM sesuai kebutuhan sehari-hari. (*/Red 2)