Palangka Raya

Raksasa Teknologi Tiongkok Jajaki Kalteng, HNAC Siap Usung Smart Technology

Avatar
11
×

Raksasa Teknologi Tiongkok Jajaki Kalteng, HNAC Siap Usung Smart Technology

Sebarkan artikel ini

PALANGKA RAYA, BNN – Perusahaan asal Tiongkok HNAC Technology Co, Ltd, yang dikenal sebagai salah satu pemain global di bidang otomasi pembangkit listrik dan energi hijau, mulai menjajaki kerja sama strategis dengan PT PLN (Persero) UP3 Palangka Raya dan PDAM Kota Palangka Raya.

Langkah startegis tersebut ditandai dengan pengajuan audiensi resmi yang sudah ditandatangani langsung oleh Direktur Pemasaran Internasional HNAC, Liao Kun. Rabu (1/7/26)

Tak hanya menawarkan produk, perusahaan ini membawa konsep kolaborasi jangka panjang melalui layanan terpadu (One-Stop EPC), transformasi digital, hingga pengembangan energi baru terbarukan yang dinilai sejalan dengan arah pembangunan nasional menuju ekonomi hijau.

Manajer  PT PLN (Persero) UP3 Palangka Raya, Bagus Cahyadi mengatakan, HNAC menawarkan teknologi smart grid, sistem otomasi pembangkit, serta integrasi energi terbarukan seperti tenaga surya, angin, dan pembangkit listrik tenaga air.

“Perusahaan tersebut (HNAC) mengklaim telah mengimplementasikan teknologi di lebih dari 10.000 proyek yang tersebar di sekitar 40 negara selama hampir 30 tahun beroperasi,” ujarnya di Palangka Raya, Kamis (2/7/26).

Di sektor pelayanan air bersih, HNAC menawarkan digitalisasi melalui meter air berbasis Internet of Things (IoT), otomasi stasiun pompa, teknologi pengolahan air modern, hingga sistem efisiensi energi yang mampu menekan biaya operasional perusahaan daerah.

“Yang paling menarik, HNAC juga berminat membuka peluang investasi lebih besar di Indonesia,” tambah Bagus.

Melalui perwakilannya, perusahaan menyampaikan ketertarikan untuk mengkaji pembangunan fasilitas manufaktur atau pabrik di Indonesia apabila kerja sama berkembang dan iklim investasi dinilai kondusif.

Kalimantan Tengah dipandang memiliki posisi strategis karena berada di jantung Pulau Kalimantan sekaligus menjadi daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

Delegasi HNAC dipimpin langsung oleh Liao Kun, didampingi Reena Liao, Jiang Shuxian, Wiwin Murtiningsih selaku agen Indonesia, Normah sebagai mitra Kalimantan, serta Endeh Sidik sebagai Perwakilan Khusus HNAC Indonesia di Kalimantan Tengah.

“Apabila rencana investasi besar tersebut terealisasi, maka manfaatnya diperkirakan tidak hanya dirasakan sektor kelistrikan dan air minum, tapi juga di sektor lainnya,” tukas Endeh Sidik.

Kehadiran industri teknologi berpotensi menciptakan lapangan kerja baru, mendorong alih teknologi, meningkatkan kompetensi tenaga kerja lokal, memperkuat daya saing daerah, serta mempercepat transformasi Kalteng menuju pusat industri berbasis energi hijau.

“Masuknya HNAC menjadi penanda bahwa Kalimantan Tengah mulai dipandang sebagai kawasan yang menjanjikan bagi investasi teknologi berteknologi tinggi,” tandas Endeh.

Dengan dukungan Pemda, BUMN, dan dunia usaha, peluang ini dapat menjadi stategi yang mempercepat pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat posisi Kalteng sebagai gerbang industri dan energi bersih di kawasan penyangga IKN. (*/Red 2)