Nasional

Aksi Demo Mahasiswa Geruduk Kemendikti Saintek, Desak MBG Dihentikan

Avatar
11
×

Aksi Demo Mahasiswa Geruduk Kemendikti Saintek, Desak MBG Dihentikan

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, BNN – Gelombang aksi mahasiswa kembali terjadi di Jakarta. Ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi menggelar unjuk rasa di depan kantor Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Senin (4/5/26). 

Massa aksi yang berasal dari sejumlah kampus seperti Universitas Indonesia, Universitas Nasional, Universitas Pancasila, serta aliansi Cipayung Plus dan kampus lainnya, kompak menyuarakan penolakan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Mereka mendesak pemerintah untuk segera menghentikan program tersebut. Sebeb dinilai telah menggeser anggaran pendidikan nasional yang sejatinya telah diamanatkan konstitusi sebesar 20 persen dari anggaran APBN.

Dalam orasi yang disampaikan secara bergantian, mahasiswa menilai program MBG telah menggeser fokus utama pembangunan pendidikan. Mereka juga menyoroti dugaan pengalihan anggaran pendidikan yang dinilai tidak tepat sasaran.

“Anggaran 20 persen untuk pendidikan seharusnya digunakan untuk pengembangan kualitas pendidikan, bukan dialihkan ke program yang arah dan dampak jangka panjangnya belum jelas,” ujar Bili Kurnia, perwakilan mahasiswa Universitas Nasional dalam orasinya.

Menurut massa aksi, kebijakan itu telah melemahkan sektor pendidikan, yang sejatinya memiliki peran strategis dalam mencetak generasi unggul. Program MBG tidak seharusnya mengambil porsi dari anggaran yang telah diamanatkan untuk pendidikan nasional.

Sejumlah spanduk yang dibawa peserta aksi turut menyuarakan kritik tajam, di antaranya bertuliskan “Bayar dapur mampu, bayar guru tidak mampu” dan “Pendidikan dirampas, MBG oke gas!”.

Mahasiswa mengingatkan bahwa kebijakan publik harus memiliki arah yang jelas dan tidak ambigu di tengah masyarakat. Bahkan dikhawatirkan program tersebut dapat dimanfaatkan sebagai alat pengaruh sosial jika dikelola tidak transparan dan akuntabel.

Hingga berita ini diturunkan, para mahasiswa masih bertahan di lokasi aksi dan berharap dapat bertemu langsung dengan pihak kementerian untuk menyampaikan aspirasi mereka secara langsung dan terbuka.

Meski demikian, aksi protes tersebut berlangsung tertib meski sempat diguyur hujan ringan, bahkan ada penambahan massa mahasiswa dari kampus lain seperti Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta. (* /Red 2)