Hukum

Kasus Kematian ASN dalam Mobdin di Parkiran Bandara Juanda, Kian Terkuak

Avatar
9
×

Kasus Kematian ASN dalam Mobdin di Parkiran Bandara Juanda, Kian Terkuak

Sebarkan artikel ini

SIDOARJO, BNN – Kasus kematian Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Sekdin PRKP) Kabupaten Bangkalan, RJS (50), menemui titik terang. Rekaman kamera CCTV di kawasan Bandara Internasional Juanda memperlihatkan pria bermasker keluar dari mobil di area parkir bandara lokasi korban dibuang. Rabu (24/6/26).

Kuasa hukum keluarga korban, Risang Bima Wijaya, meyakini ada orang selain korban di dalam mobil dinas Toyota Kijang Innova hitam berpelat merah tersebut. Ternyata, mobil tersebut tidak dikemudikan oleh korban saat memasuki area bandara untuk mengambil tiket parkir.

“Meski hasil autopsi resmi belum keluar, kami meyakini ada orang lain di dalam mobil selain korban. Dari rekaman CCTV saat kendaraan masuk ke area parkir dan mengambil tiket, terlihat ada sosok laki-laki di dalam mobil tersebut,” ungkap Risang, Kamis (25/6/26).

Setelah memarkirkan mobil dinas berisi jasad korban, pria misterius itu langsung bergegas pergi meninggalkan lokasi. Pria itu melakukan penyamaran yang cukup rapi guna menyembunyikan identitasnya.

“Setelah mobil parkir, terlihat seorang laki-laki keluar dari kendaraan. Yang bersangkutan memakai masker dan kacamata, kemudian meninggalkan area parkir menggunakan taksi online,” ujarnya.

Tim kuasa hukum menduga kuat bahwa korban tidak tewas di area bandara, melainkan di lokasi lain. Bandara Juanda disinyalir kuat hanya dijadikan tempat untuk menyamarkan jejak kematian korban.

“Dugaan sementara kami, korban meninggal di lokasi lain. Setelah itu, jenazah korban dibawa ke area bandara dan ditinggalkan di dalam mobil dengan posisi jok direbahkan,” terangnya.

Risang menekankan tindakan menaruh dan mengunci jasad di dalam mobil dinas tanpa melapor ke pihak berwajib sudah memenuhi delik pelanggaran hukum pidana secara konkret, terlepas dari apa pun penyebab kematian korban nantinya.

Berdasarkan informasi terkini, dari hasil autopsi awal terhadap jenazah korban RJS, pihak kepolisian mengungkap bahwa ditemukannya sejumlah luka akibat kekersan fisik pada area telinga dan mulut korban.

Kini tabir misteri sang pria misterius mulai terkuak lebar. Identitas terduga pelaku berinisial E diketahui usai keluarga mencocokkan sebuah unggahan video di media sosial korban yang di-upload beberapa hari sebelum korban tewas.

“Foto laki-laki yang ada di situ sudah bisa dilihat ya dari kaos, bentuk rambut, jidat, kacamata, ada kecocokan dengan tangkapan layar CCTV di Bandara Juanda saat mengambil tiket itu. Jadi kami yakini itu terduga pelaku.” kata Risang, Selasa (30/6/26).

Pihak keluarga berharap Kepolisian Daerah Jatim dapat segera membekuk pelaku, agar motif di balik dugaan tindak pidana pembunuhan keji ini dapat segera terungkap secara terang benderang. (*/Red 2)